Lapak Kekecilan, Pedagang Pasar Legi Baru Ponorogo Kecewa

realita.co
Sejumlah pedagang tengah bergunjing akibat lapaknya yang kecil di banguan baru Pasar Legi.

PONOROGO (Realita)- Usai tarik ulur terkait penempatan lapak, hingga belum dibagikanya kartu identitas pedagang jelang H-1 pindahan, akhirnya  pedagang pasar relokasi resmi boyongan ke bangunan baru Pasar Legi. Ironisnya, sejumlah pedagang mengaku kecewa lantaran kini lapaknya menjadi kecil, Senin (21/06).

Dimana sebelumnya, Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro ( Disperdagkum) Ponorogo menjanjikan luasan lapak pedagang yakni 3 meter persegi, namun kenyataanya hanya 1,75 meter persegi. Mereka mendesak Disperdagkum mengembalikan ukuran lapaknya, sehingga mereka bisa berjualan secara leluasa.

Baca juga: Jamin Keadilan Transaksi, Disperdagkum Ponorogo Gencarkan Tera Ulang UTTP di Pasar Legi

"Kecewa. Karena lapaknya kecil. Janjinya dulu 3 meter persegi, teryata 1,75 meter persegi. Ya dikembalikan kaya dulu," ujar salah satu keluarga pedagang sayur di lantai 1, Iwan Sofingin.

Iwan pun mengaku, tidak mengetahui proses pengundian nomor lapak, pasalnya untuk nomor lapak, dan penempatan telah dikordinir oleh Disperdagkum.

Baca juga: Effort Tinggi Bupati Ponorogo Kawal Verlap KKS 2025

" Gak tahu, tiba-tiba dapat lapak disni," ungkapnya. 

Sementara itu, Kabid Pasar Disperdagkum Ponorogo Fitri Nurcahyo mengatakan, penempatan pedagang sesuai zonasi lapak. Dihari pertama proses boyongan pedagang ini, hanya berfokus pada pedagang di lantai 1, yang meliputi pedagang lapak meliputi, pedagang pisang, buah, ikan segar, daging, lele dan tahu-tempe. Proses boyongan tahap satu ini akam dilakukan selama 2 hari.

Baca juga: Awasi Pedagang Nakal, Pemkab Ponorogo Razia Pasar Legi

" Ini yang masuk pedagang lantai 1. Kita beri tanda masuk di pasar karantina dan mereka bisa melihat lapaknya, serta di nomeri. Untuk dagangan bisa masuk tapi harus diberi tutup agar tidak keliru," ujarnya. 

Fitri menambahkan, usai dua hari proses pemindahan pedagang lantai 1, pada Rabu (23/06) esok dilanjutkan pada pedagang di lantai 2 meliputi pedagang beras, roti/jajan, gula, mrancang/polowijo/sembako, dan pada Jumat (25/06) depan diikuti pedagang lantai 3 meliputi pedagang gerabah, aksesoris, elektronik, sepatu-sandal, dan tembako, sedangkan pada Senin (27/06) mendatang pedagang lantai 4 meliputi pedagang pakaian, warung, jahit, dan makanan, hingga seterusnya hingga 6 hari kedepan untuk proses pemindahan pedagang pasar grosir, eks pegadilan, eks stasiun, pasar legi selatan, dan kartonas mulai dimasukkan. " Ini kita masukkan bertahap. Target kami tanggal 9 Juli sudah mulai dibuka untuk umum," pungkasnya. lin

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru