Alhamdulillah, 133 PPPK Guru di Madiun Raya Mulai Masuk Kerja

realita.co
Kacabdindik Wilayah Madiun, Lena saat menghadiri acara pemanggilan mulai masuk kerja PPPK guru formasi tahun 2022 di aula SMKN 2 Ngawi. Foto: Adi

MADIUN-NGAWI (Realita) - Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Wilayah Madiun, Lena memanggil sebanyak 133 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi guru tahun 2022 di aula SMKN 2 Ngawi, Selasa (1/8/2023). Setelah dipanggil, PPPK guru tersebut langsung bisa melaksanakan tugas mendidik siswa/siswi di wilayah Madiun Raya.

"Sesuai dengan PPPK guru formasi tahun 2022, jumlahnya sebanyak 133 guru. Yakni di Kabupaten Madiun 55 guru, Kota Madiun 21 guru, dan Kabupaten Ngawi 57 guru," kata Lena usai menghadiri acara, Selasa (1/8/2023).

Baca juga: Pasca OTT KPK, Balai Kota Madiun Lengang; Wawali dan Sekda Tak Berada di Tempat

Kepada para pendidik, Lena berharap seluruh PPPK guru dapat mematuhi Undang-undang nomer 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Sehingga para pendidik dapat lebih profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, melatih, membimbing, menilai, sampai dengan megevaluasi.

"Oleh karena itu guru harus mampu menjaga keprofesionalannya dengan cara senantiasa mengembankan kompetensi diri," tuturnya.

Lebih lanjut dikatakan Kacabdindik, permasalahan yang dihadapi saat ini adalah masih rendahnya literasi, numerasi, maupun karakter anak didik. Pasalnya tanpa tiga hal itu, tidak dapat menjadi kompetensi dasar untuk masa depan anak didik.

Baca juga: Pertimbangkan Aspirasi Warga, Pemkot Madiun Batalkan Penggunaan Fasum Bumi Antariksa untuk Kantor KMP

"Sehingga guru harus mampu menyelesaikan permasalahan ini," terangnya.

Selain itu, perubahan lingkungan baik lokal, nasional, maupun global menuntut guru menambah peran. Bukan hanya sebagai tenaga pendidik, namun juga harus mampu menjadi coach, fasilitator, motifator, dan penjaga gawang anak-anak dalam menerima derasnya arus informasi akibat dari perkembangan teknologi dan informasi.

Baca juga: Pemkot Madiun Kembali Disomasi, Pedagang Pasar Besar Nilai Pengalihan Izin Kios Merugikan

"Dampingi anak-anak untuk memiliki kompetensi yang dibutuhkan saat ini. Yaitu 4C, creatif inovatif, critical thingking, conunication, and colaboration," ujarnya.

"Guru dan tenaga kependidikan Cabdin Wilayah Madiun siap mewujudkan profil pelajar Pancasila untuk menghasilkan SDM yang memiliki kompetensi global yang bersikap sesuai dengan nilai-nilai Pancasila," tambahnya.adi

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru