Kejari Lamongan Telusuri Dugaan Korupsi BLT DBHCT

realita.co
Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan. Foto: dok Defit

LAMONGAN (Realita) - Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan terus menelusuri adanya dugaan korupsi Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) di Kabupaten Lamongan tahun 2023.

Upaya itu dilakukan dengan memanggil beberapa orang untuk dimintai keterangan, salah satunya Kepala Pabrik Rokok Minatani yang ada di Jalan Raya Deandles, Desa Lohgung, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan. Selasa (12/09/2023). 

Baca juga: Nandon di Kejaksaan Dua Tahun Lebih, Laporan Penjualan TN di Weru Lamongan Dipertanyakan

"Ya ada tadi permintaan keterangan, " kata Kasi Intel Kejari Lamongan, Fadlly Arby, kepada Realita.co. Selasa (12/09/2023). 

Dirinya juga mengatakan jika sebelumnya sudah memanggil pihak Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lamongan untuk dilakukan proses yang sama. "Sebelumnya dari pejabat Dinsos yang dimintai keterangan, " terusnya. 

Baca juga: Kejari Lamongan Soroti Dugaan Korupsi Mega Proyek Pelabuhan Paciran Senilai Rp 50 Miliar

Lebih lanjut, Fadlly mengungkapkan jika selanjutnya akan memanggil pihak kecamatan penerima bantuan. "Ada (panggilan selanjutnya). Ada dari pihak kecamatan yang menerima dana tersebut, " paparnya. 

Sementara disinggung terkait dugaan keterlibatan anggota legislatif, dirinya mengatakan masih melakukan pendalaman. "Ya, ini masih kita dalami ya mas, " pungkasnya. 

Baca juga: Tim Inteljen Kejari Lamongan Cek Fisik Ruas Jalan Beton Mantup - Ayamalas

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lamongan, Hamdhani Azhar, masih belum memberikan jawaban saat di konfirmasi realita.co melalui pesan WhatsApp nya terkait pemanggilan pihak Dinsos yang disebutkan. 

Hingga berita ini ditulis masih belum ada keterangan resmi terkait jumlah anggaran yang dialokasikan untuk program bantuan masyarakat miskin tersebut.def

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru