LAMONGAN (Realita) - Perwakilan paguyuban nelayan, Shofwan Asyhuri, kembali mempertanyakan perkembangan pelaporan penjualan Tanah Negara (TN) atau tanah oloran hasil sedimentasi di wilayah bibir pantai Weringin, Desa Weru, Kecamatan Paciran, Lamongan, Jawa Timur.
Shofwan mengatakan laporan tersebut telah disampaikan melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan dengan bukti tanda terima laporan tanggal 22 September 2023, atau sudah sekitar dua tahun lebih.
"Obyek yang kami laporkan sesuai dengan data, ada sekitar 36 kaveling tanah yang sudah terjual," kata Shofwan kepada wartawan, Kamis (27/11/2025).
"Ini tanah oloran yang sudah di kavling sama Pak Kades, Weru, Syaiful Islam, dengan berkedok sumbangan untuk pemecah ombak (breakwater). Tapi dalam hal ini pihak pembeli itu dijanjikan serta diiming-imingi akan dibuatkan SHM di petok, jadi itu nanti disertifikatkan," lanjutnya.
Shofwan menambahkan menurut kwitansi, tanah kavling di lokasi tersebut diberi harga jutaan rupiah per meter.
"Untuk satu kaveling yang jelas sesuai kwitansi yang ada, transaksinya satu meternya sebesar satu juta sampai satu setengah juta rupiah, sesuai strategi atau pemasaran kavling,” ujar
Dirinya mendesak kepada Kejaksaan Negeri Lamongan untuk lebih serius dan segera memberikan kepastian hukum terkait laporan tersebut.
"Oleh karena itu, kami meminta kepada pihak Aparat Penegak Hukum (APH) dalam hal ini Kejaksaan Negeri Lamongan untuk benar - benar menegakkan supermasi hukum sesuai dengan kewenangannya, hal ini sesuai yang telah diamanatkan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto," pintanya.
Untuk diketahui, sebelumnya Kepala Desa Weru, Kecamatan Paciran, Syaiful Islam, menyampaikan terkait hasil rapat sosialisasi pengolahan aset Desa Weru, tertanggal 21 November 2022 di balai Desa Weru, yang didalamnya menjelaskan isi sambutan Kepala Desa Weru, Ketua BPD, dan direktur BUMDes, serta hasil diskusi bersama beberapa orang yang hadir. Selain itu juga tercatat daftar hadir sebanyak 42 orang.
Kemudian, laporan total perincian Desa Weru, tertanggal 05 Juli 2023 yang tercatat beberapa rincian keuangan hingga total akhir saldo sebesar Rp. 11.800.000,-.
Tak hanya itu, rekapitulasi sumbangan Breakwater desa Weru, tertanggal 05 Juli 2023 yang menjelaskan beberapa rincian diantaranya tanah barat terdiri dari 19 orang, dengan total Rp. 1.107.500.000,-. Lalu tanah timur terdiri dari 6 orang dengan total Rp. 455.500.000″-, dan tanah timur Masjid terdiri dari 10 orang dengan total Rp. 960.000.000,-.
Laporan terakhir pengeluaran operasional, antara lain bedol sambung untuk 9 orang dengan total saldo akhir Rp. 20.000.000,- dan sumbangan operasional terdiri 9 kegunaan dengan total saldo akhir sebesar Rp. 306.132.000,-.
Reporter : Defit Budiamsyah
Editor : Redaksi