JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan geram menemukan perusahaan di Jakarta paksa ibu hamil WFO saat PPKM Darurat. Anies menyayangkan masih ada perkantoran yang melanggar aturan.
"Setiap hari kita nguburin orang pak. Bapak ambil tanggung jawab. Semua buntung pak, nggak ada yang untung. Jangan seperti begini, Apalagi ada ibu hamil masuk. Ibu hamil kalau kena COVID mau melahirkan paling susah. Pagi ini saya terima satu ibu hamil meninggal. Kenapa? Melahirkan, COVID," kata Anies, saat sidak di salah satu kantor Jakarta, Selasa (6/7/2021).
Baca juga: WFH-WFO Dimulai, Pemkot Kediri Gaspol Budaya Kerja Sehat dan Hemat Energi
Aksi Anies menyidak kantor di Jakarta ini diunggah di akun media sosial instagramnnya @aniesbaswedan. Dalam unggahan Anies itu disertakan keterangan lokasi 'Sahid Sudirman Center'.
Dalam unggahan itu Anies terlihat memarahi seorang HRD kantor. Dia menilai perusahaan yang memaksa karyawannya WFO tidak bertanggung jawab.
"Mana HRD-nya? Ini bukan soal pelanggaran aturan, nama ibu siapa? Ibu Diana dan perusahaan ibu tidak bertanggung jawab," ucap Anies.
Baca juga: WFH ASN Kota Kediri Mulai 17 April, 40 Persen Kerja dari Rumah, Siap Disidak dan Wajib Absen 3 Kali
Menurutnya, di masa pandemi ini bukan perkara untung rugi. Dia menekankan soal keselamatan warga.
"Ini soal nyawa. Kita ini mau nyelametin nyawa orang dan orang-orang seperti ibu ini yang egois. Ini pekerja pekerja ikut aja," lanjut Anies.
Baca juga: Menaker Imbau Perusahaan Terapkan WFH 1 Hari dalam Sepekan
Anies pun meminta kegiatan operasional kantor langsung ditutup. Anies juga terlihat memasang segel Pemprov bertuliskan 'Dihentikan Sementara Kegiatan'.
"Sekarang tutup kantornya dan langsung nanti akan diproses. Katakan pada semua pulang taati aturan. Mengerti?" ujar Anies.ik
Editor : Redaksi