Arab Saudi Ancam Serang Teroris Israel jika Nekad Invasi Rafah

realita.co
Anak Palestina bermain di antara reruntuhan rumah mereka. Foto: Reuters

RIYADH- Arab Saudi akhirnya murka dan mengancam Israel akan ada konsekuensi serius jika menginvasi Rafah di Gaza.

Sebelumnya, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu pada awal pekan ini mengumumkan telah memerintahkan pasukannya untuk bergerak ke Rafah.

Baca juga: Menteri Keuangan Israel Serukan Pemusnahan Kota di Palestina

Saat ini kota tersebut telah dipenuhi oleh warga Palestina yang dipindahkan secara paksa saat serangan dimulai pada 7 Oktober.

Netanyahu menegaskan, hal itu dilakukan demi mengejar pihak yang bertanggung jawab atas serangan ke selatan Israel.

Arab Saudi pun tak bisa menyembunyikan kemarahannya atas pernyataan Netanyahu itu.

“Menginvasi Gaza, yang merupakan pengungsian terakhir ratusan ribu warga sipil yang dipindahan karena agresi brutal Israel, akan ada konsekuensi serius,” bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Saudi dikutip dari Al-Arabiya.

Mereka juga menegaskan, penolakan dan ancaman keras yang dilakukan Kerajaan Arab Saudi terhadap pengusiran paksa dan memperbarui seruannya untuk gencatan senjata segera.

“Pelanggaran (terus menerus) terhadap hukum internasional dan hukum kemanusiaan internasional (membuat) Dewan Keamanan (PBB) perlu mengadakan sidang mendesak,” tutur kementerian itu.

Baca juga: BIADAB! Pelayat dan Pengusung Peti Mati Shireen Abu Akleh Diserang Pasukan Israel

“Hal itu untuk mencegah Israel menyebabkan bencana kemanusiaan yang akan segera terjadi dan setiap orang yang mendukung agresi itu akan bertanggung jawab atas tindakannya,” sambungnya.

Selain Arab Saudi, Mesir juga sudah memberikan peringatan terhadap upaya Israel itu.

Pengumuman Netanyahu juga membuat sejumlah negara sekutunya termasuk Amerika Serikat (AS) khawatir akan semakin meningkatnya krisis kemanusiaan karena perang itu.

Pihak PBB mengatakan, saat ini setengah dari 2,4 juta populasi Gaza kini berlindung di Rafah, dengan banyak yang tidur di luar tenda dan penampungan.

Baca juga: Wartawati Tewas Ditembak Pasukan Israel, Rumahya pun juga Diserbu

Selain itu kekhawatiran akan kurangnya makanan, air, dan sanitasi

 

 

 

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru