PONOROGO (Realita)- Kecaman atas tuding Monumen Reog dan Museum Ponorogo (MRMP) adalah bangunan berhala terus mengalir. Usai aksi unjuk rasa yang dilakukan Paguyupan Regol Wengker, kini giliran kecaman muncul dari Paguyuban Warga Ponorogo (Pawargo) Tarakan Kaliman Utara (Kaltara).
Para pegiat seni Reog Ponorogo yang berdomisili di Kabupaten Tarakan itu, mengecam keras pernyataan yang menyebut MRMP adalah berhala, mereka pun bakal melakukan aksi unjuk rasa terkait pernyataan tersebut, karena diklaim telah mencoreng nama Reog Ponorogo.
Baca juga: Creative Cities Connect 2025, Men-Ekraf Siap Kolaborasi Dengan Ponorogo Kuatkan Potensi Daerah
Hal ini diungkapkan pengurus Paguyupan Reog Singo Barong Tarakan, Agus Hariyanto. Ia mengaku geram dan menolak keras adanya tudingan MRMP adalah berhala. Pasalnya, MRMP merupakan ikon dari Reog Ponorogo, dan harus selesai pekerjaannya karena akan menjadi pusat edukasin dan wisata tentang Reog.
Baca juga: Giliran Kantor Disbudparpora Ponorogo Diobok-Obok KPK, Terkait Proyek Monumen Reog
" Ndak bener itu. Kok bisa disebut berhala itu bagaimana. Itu ikon Reog Ponorogo. Itu kan seni budaya, kami tidak terima kalau disebut berhala," kecamnya.
Guna memprotes tudingan berhala yang ditujukan pada MRMP, pihaknya akan melakukan aksi kecaman. Dan meminta semua pihak yang menyebut berhala kepada MRMP untuk minta maaf.
Baca juga: Fadli Zon Kagum dengan Monumen Reog Ponorogo Lebih Tinggi dari GWK di Bali
" Tentu kami akan adakan aksi. Kemarin sudah dari Singo Barong. Disini ada 3 paguyupan Reog, akan kami libatkan semua untuk melakukan aksi memprotes pernyataan itu," pungkasnya. znl
Editor : Redaksi