Makin Banyak Perusahaan Pecat Karyawan Gen Z, Ini 10 Alasannya

Reporter : Redaksi
Ilustrasi Gen Z di dunia kerja. Foto.istimewa

JAKARTA (Realita)- Makin banyak perusahaan yang memecat karyawan Gen Z mereka. Hal ini diketahui dari laporan terbaru Intelligent, platform konsultasi pendidikan dan karier, mengungkap data mengejutkan terkait pekerja Gen Z. Menurut laporan tersebut, sekitar enam dari 10 perusahaan yang disurvei melaporkan telah memecat lulusan universitas yang baru mereka rekrut tahun ini.

Beberapa alasan yang disebutkan di balik keputusan ini antara lain kurangnya motivasi dari karyawan, kurangnya profesionalisme, dan keterampilan komunikasi yang buruk.

Baca juga: Pemkot Surabaya Kucurkan Dana Rp5 Juta per RW untuk Dukung Kreativitas Gen Z dan Milenial

"Banyak fresh graduate kesulitan memasuki dunia kerja untuk pertama kalinya karena hal itu bisa sangat berbeda dari apa yang biasa mereka alami selama belajar. Mereka sering kali tidak siap menghadapi lingkungan yang kurang terstruktur, dinamika budaya tempat kerja, dan ekspektasi pekerjaan yang mandiri," kata Huy Nguyen, kepala penasihat pendidikan dan pengembangan karier Intelligent, dalam sebuah pernyataan, dilansir dari Euronews.

Laporan terpisah dari bulan April menemukan bahwa pekerja Generasi Z terlalu bergantung pada dukungan orang tua selama pencarian kerja mereka.

Menurut survei yang dilakukan oleh ResumeTemplates, menyebutkan 70 persen mengaku meminta bantuan orang tua mereka dalam proses pencarian kerja.

Sementara itu, 25 persen lainnya bahkan membawa orang tua mereka ke wawancara, sementara banyak yang lainnya meminta orang tua mereka mengirimkan lamaran kerja dan menulis resume untuk mereka.

Berikut alasan mengapa perusahaan memecat karyawan Gen Z:

1. Kurangnya motivasi atau inisiatif - 50 persen

2. Kurangnya profesionalisme - 46 persen

Baca juga: Presiden Bubarkan Pemerintahan, Demo Gen Z di Madagaskar Tambah Parah

3. Keterampilan berorganisasi yang buruk - 42 persen

4. Keterampilan komunikasi yang buruk - 39 persen

5. Kesulitan menerima feedback - 38 persen

6. Kurangnya pengalaman kerja yang relevan - 38 persen

Baca juga: Kemenperin Catat 1.641 Pabrik Baru Dibangun, Sektor Industri Siap Serap 3 Juta Tenaga Kerja

7. Keterampilan pemecahan masalah yang buruk - 34 persen

8. Keterampilan teknis yang tidak memadai - 31 persen

9. Ketidakcocokan budaya - 31 persen

10. Kesulitan bekerja dalam tim - 30 persen. rin

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru