Akhirnya Reog Ponorogo Jadi ICH Unesco

realita.co
Sidang inskripsi Reog Ponorogo menjadi ICH Unesco di Asuncion Paraguay, Amerika Selatan. Foto: Unesco

PONOROGO (Realita)- Penantian panjang warga dan seniman Ponorogo yang memperjuangkan Reog Ponorogo terbayar sudah. Ini setelah Unesco resmi menetapkan kesenian pertunjukan Reog Ponorogo sebagai warisan budaya tak benda dunia asal Ponorogo dari Indonesia, atau Intangible Haritage Culture ( ICH) dengan kategori urgent safeguarding list ( pengamanan yang mendesak).

Pencatatan Reog Ponorogo sebagai ICH sendiri dilakukan Unesco secara aklamasi dalam sidang inskripsi bersama ratusan perwakilan negara-negara di Asuncion, Paraguay Amerika Selatan pukul 17.00, Selasa (03/11/2024) waktu Paraguay atau pukul 03.00, Rabu ( 04/11/2024 ) dini hari waktu Indonesia.

Baca juga: Creative Cities Connect 2025, Men-Ekraf Siap Kolaborasi Dengan Ponorogo Kuatkan Potensi Daerah

Tak hanya Reog Ponorogo saja, Unesco juga menginskripsi Kolintang dan Kebaya yang diajukan Kementrian Kebudayaan Republik Indonesia, juga resmi menjadi warisan budaya tak benda dunia dari Indonesia.

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengaku gembira dengan diakuinya Reog Ponorogo menjadi ICH Unesco. Hal ini tak hanya menjadi kado manis bagi dirinya, namun juga seluruh seniman Reog Ponorogo baik yang ada di Ponorogo maupun di seluruh nusantara dan luar negeri. Pasalnya, untuk mendapatkan pengakuan Unesco dan mengamankan Reog dari klaim negara tetangga, para seniman Reog setidaknya harus berjuang selama 3 tahun lamanya.

" Ini merupakan capaian luar biasa. Dan sejarah bagi kita semua. Akhirnya yang kita perjuangkan bersama khusus para seniman Reog Ponorogo terwujud sudah. Kesenian kebanggaan kita ini kini resmi menjadi ICH Unesco dan diakui merupakan kebudayaan asli dari Ponorogo Indonesia. Jadi tidak bisa lagi diklaim milik sana sini," ujarnya haru.

Baca juga: Fadli Zon Kagum dengan Monumen Reog Ponorogo Lebih Tinggi dari GWK di Bali

Sugiri berharap dengan pencapaian luar biasa ini membuat Ponorogo semakin Hebat di mata dunia. Membawa dampak positif baik bagi seniman atau pun masyarakat khususnya UMKM.

" Tentunya harapan kami Ponorogo semakin mendunia dengan Reog Ponorogo yang kini diakui Unesco. Meningkatkan perekonomian masyarakat dan membuat kabupaten ini semakin maju," harapnya.

Baca juga: Pasca Resmi Jadi UCCN, Bupati Ponorogo Minta OPD Reorientasi Mindset Jadi Kreatif dan Kolaboratif

Sugiri juga mengungkapkan perjuangan Ponorogo tidak berhenti di Reog yang kini menjadi ICH, namun saat ini Ponorogo juga tengah berjuang menjadi Unesco Creative Cities Network ( UCCN) atau kota kreatif dunia jejaring Unesco.

" Semoga terwujud juga di tahun 2025. Agar kita bisa masuk menjadi bagian kota kota kreatif dunia di bawah naungan Unesco, untuk mewujudkan kemandirian ekonomi Ponorogo yang berpondasi pada sektor ekonomi kreatif dan pariwisata," ungkapnya. znl

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru