Pasca Resmi Jadi UCCN, Bupati Ponorogo Minta OPD Reorientasi Mindset Jadi Kreatif dan Kolaboratif

PONOROGO (Realita)- Usai resmi menyandang Status bergengsi UNESCO Creative Cities Network (UCCN) untuk kategori Craft and Folk Art. Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko langsung tancap gas dengan membuat sejumlah kebijakan di internal pemerintah daerah.

Dalam rapat kordinasi yang diikuti seluruh pejabat Eselon II Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Ponorogo, yang dilakukan di Pringgitan Belakang Rumah Dinas Bupati, Kang Giri sapaan akrab Bupati Sugiri memerintahkan seluruh OPD untuk melakukan Reorientasi Mindset guna men sukseskan Kota Reog Ponorogo di panggung ekonomi kreatif (Ekraf) global, Senin (03/11/2025).

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengatakan, bahwa pintu gerbang menuju peradaban dan ekonomi baru bernama Ekraf tidak akan terbuka jika mental birokrasi masih 'begitu-begitu saja'.

“ Mau tak mau harus mereorientasi mindset. Di mana semua dinas harus berorientasi kreatif. Untuk mendukung, untuk mempertahankan dan untuk menumbuhkan peradaban baru, menumbuhkan inovasi, menumbuhkan ekonomi baru bernama ekonomi kreatif, maka reorientasi mindset itu penting," tegasnya.

Bupati Giri mengungkapkan, kebijakan ini adalah untuk memastikan setiap jengkal pemerintahannya bergerak satu frekuensi, dari Kepala Dinas hingga staf paling bawah, dalam mendukung sektor Ekraf yang kini telah diakui oleh UNESCO. Ia menambahkan orientasi kreatif ini wajib menyentuh seluruh sendi kehidupan di Ponorogo. Bukan hanya milik Dinas yang mengurus UMKM.

“ Yang paling penting adalah merubah mindset bahwa menjadi kreatif itu di semua bidang. Pertanian biar berorientasi menjadi pertanian kreatif bagaimana, biar tumbuh menjadi wisata, tumbuh menjadi value-value lain di samping value pertanian. Lalu Pol PP, lalu Dishub, lalu UMKM atau Perdagkum berjalan seiring dengan konsep, maka kemudian dengan cara itu gerakan gemurunya sampai ke bawah," jelasnya.

Untuk menjamin gerakan masif ini tidak hanya sebatas wacana, Bupati Sugiri mewajibkan kolaborasi yang didukung oleh fakta dan data. Bahkan, Kang Giri tak segan-segan "mengundang" institusi vertikal sekelas Badan Pusat Statistik (BPS).

"Termasuk juga mengundang dari dari institusi vertikal misalnya seperti BPS untuk menyodorkan data, untuk menyodorkan paparan-paparan terkait dengan kesurveian. Itu penting ke-statistik-an, maka kemudian kita lakukan langkah," tambahnya.

Diharapkan, status UCCN adalah momentum politik dan ekonomi yang harus dimanfaatkan secara maksimal. Dengan mindset revolusioner yang ditopang oleh analisis data akurat serta kolaborasi dinas yang total, Pemkab Ponorogo benar-benar siap menjadikan produk lokal mereka go international. znl

Editor : Redaksi

Berita Terbaru