JOMBANG (Realita)- Teka-teki kematian ibu dan anak yang ditemukan dalam kondisi tubuh terbakar di bekas Asrama Polri (Aspol) Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur mulai sedikit terkuak.
Berdasarkan hasil autopsi, pada tubuh korban ditemukan adanya jejak cairan bahan zat kimia yang mengakibatkan kerusakan pada tenggorokan hingga organ dalam.
Kasatreskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander mengatakan, hasil pemeriksaan forensik menunjukkan bahwa kedua korban meninggal akibat lemas karena menghirup asap. Selain itu, ditemukan luka bakar pada kulit dan efek zat kimia basah kuat yang menyebabkan pipi anak korban melepuh.
"Tidak ditemukan tanda kekerasan benda tumpul atau benda tajam. Kematian diperkirakan terjadi antara 48 hingga 120 jam atau sekitar dua sampai lima hari," ujar Dimas, Jumat (27/2).
Pada tubuh sang ibu, ditemukan kerusakan serius pada tenggorokan dan organ dalam yang diduga akibat interaksi kuat dengan cairan kimia. Meski ditemukan botol cairan berwarna hijau di lokasi kejadian yang menyerupai porstex, Dimas menyebut identifikasi pasti zat tersebut masih menunggu hasil uji laboratorium.
Polisi juga menemukan botol berisi bahan bakar minyak (BBM) dan sepeda motor Yamaha Vega bernomor pelat AG 5053 WO di lokasi kejadian. Kedua korban ditemukan dalam kondisi telanjang dan mengalami luka bakar pada Rabu (25/2) pukul 14.00 Wib.
Meski identitas korban belum sepenuhnya terverifikasi karena sidik jari rusak, polisi menduga mereka adalah SK (36) dan anaknya NC (5), warga Desa Balonggebang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk. Dugaan ini diperkuat oleh pengakuan suami korban yang mengenali pakaian istrinya serta anting dan sandal milik anaknya yang ditemukan di tempat kejadian.
Polisi kini tengah menelusuri rekaman CCTV, memeriksa saksi-saksi, serta mengajukan uji laboratorium untuk mengungkap penyebab pasti kematian. Jika sidik jari tidak dapat dibaca, penyidik akan menempuh langkah alternatif melalui uji DNA.ji
Editor : Redaksi