RSUD Kota Madiun Kini Punya Klinik Eksekutif Tulip

realita.co
Pj Wali Kota Madiun Eddy Supriyanto didampingi Sekda, Soeko DH dan Direktur RSUD Kota Madiun, Muhammad Nur saat meluncurkan Klinik Eksekutif Tulip, Selasa (17/12/2024). Foto: Adi

MADIUN (Realita) – Peningkatan kualitas layanan terus dilakukan RSUD Kota Madiun. Terbaru, rumah sakit pelat merah milik Pemkot Madiun itu meluncurkan Klinik Eksekutif Tulip guna memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat Kota Madiun dan sekitarnya.

Klinik unggulan yang memiliki poli anak, bedah, penyakit dalam, jantung, obstetri dan ginekologi, orthopedi, paru, serta saraf resmi diluncurkan Pj Wali Kota Madiun Eddy Supriyanto didampingi Sekda, Soeko DH dan Direktur RSUD Kota Madiun, Muhammad Nur, Selasa (17/12/2024).

Baca juga: Jalan Sehat dan Senam, Meriahkan HUT ke-20 RSUD Kota Madiun

‘’Keberadaan Klinik Eksekutif Tulip untuk meningkatkan pelayanan RSUD yang lebih prima,’’ kata Eddy Supriyanto, Selasa (17/12/2024).

Eddy mengatakan, Klinik Eksekutif Tulip memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan klinik reguler. Salah satunya, pasien mendapatkan pelayanan cepat melalui layanan fast track.

‘’Tapi, prinsipnya Pemkot Madiun tetap melayani semua masyarakat,’’ terangnya.

Baca juga: RSUD Kota Madiun Gelar Seminar Kesehatan Jelang HUT ke-20

Di tempat yang sama, Direktur RSUD Kota Madiun, Muhammad Nur menyebut Klinik Eksekutif Tulip menerapkan layanan satu pintu. Mulai pendaftaran, pelayanan, hingga urusan administrasi bisa dilakukan di satu tempat yang sama.

‘’Pasien hanya perlu datang ke klinik. Semua petugas ada di sini,’’ jelasnya.

‘’Meski begitu, kualitas layanan terhadap pasien eksekutif maupun reguler tetap sama,’’ imbuh Nur.

Baca juga: Jelang Arus Mudik Lebaran, Walikota Madiun Pastikan Jalan Dalam Kondisi Baik

Rencananya, lanjut Nur, RSUD Kota Madiun bakal terus mengembangkan layanan poli di Klinik Eksekutif Tulip. Dengan begitu, pelayanan prima terhadap pasien dapat berjalan optimal.

‘’Terdapat poli yang memerlukan alat khusus dan tidak bisa dicampur dengan poli yang lain. Karena keterbatasan ruangan, sementara kami optimalkan delapan poli. Pengembangan kami lakukan bertahap,’’ pungkasnya. adv

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru