KEDIRI (Realita) - Rumah milik Sukamto, warga RT 1 RW 1 Kelurahan Pocanan, Kota Kediri, yang selama bertahun-tahun nyaris roboh akhirnya berhasil direnovasi melalui gotong royong masyarakat dan Forkopimcam setempat. Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati turut meninjau langsung hasil renovasi rumah tidak layak huni (rutilahu) tersebut pada Selasa (26/5).
Sebelumnya, kondisi rumah Sukamto cukup memprihatinkan. Bahkan, selama sekitar tujuh tahun bagian rumahnya harus disangga menggunakan bambu agar tidak roboh.
“Rumahnya sudah tidak layak. Dulu hanya ditutup triplek seadanya,” ujar Sukamto.
Pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang becak itu mengaku sempat memperbaiki sebagian rumah bersama keluarganya. Namun keterbatasan ekonomi membuat renovasi tidak dapat dilanjutkan hingga akhirnya mengajukan bantuan.
“Dulu sudah pernah saya benahi bersama adik saya di bagian atas rumah. Tapi karena sudah tidak kuat, akhirnya bagian belakang roboh,” katanya.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menjelaskan, bantuan renovasi dilakukan setelah pemerintah menerima laporan dari warga sekitar terkait kondisi rumah tersebut.
“Kami melakukan survei dan ternyata rumah ini belum memiliki SHM. Akhirnya kami rembukan dan solusi yang bisa dilakukan adalah melalui swadaya masyarakat,” ujarnya.
Menurut Mbak Wali, renovasi dilakukan melalui kolaborasi antara masyarakat, Forkopimcam, dan pemerintah kota. Dana swadaya masyarakat yang terkumpul mencapai sekitar Rp20 juta.
“Alhamdulillah hari ini rumahnya sudah selesai. Beberapa ruangan direnovasi termasuk kamar. Pemerintah juga membantu perlengkapan tidur seperti kasur, bantal, dan guling,” jelasnya.
Tak hanya itu, Mbak Wali juga mengaku akan membantu renovasi salah satu kamar menggunakan dana pribadi karena dinilai masih kurang layak ditempati.
“Tadi saya melihat kamar mbaknya masih kurang layak untuk ditinggali. Insyaallah nanti saya bantu secara pribadi,” ungkapnya.
Selain renovasi rumah, Pemerintah Kota Kediri juga akan membantu keberlanjutan pendidikan anggota keluarga Sukamto melalui koordinasi dengan Dinas Pendidikan.
“Tadi mbaknya menyampaikan ingin melanjutkan sekolah. Tentunya harus kita support,” tambah Mbak Wali.
Sementara itu, Camat Kota Agus Suharyanto mengatakan renovasi rumah dilakukan secara gotong royong tanpa menggunakan APBD. Bantuan berasal dari kolaborasi Koramil, kecamatan, kelurahan, BPD, dan masyarakat.
“Karena lahannya masih tanah negara atau regendum, maka renovasi ini dilakukan secara sukarela tanpa APBD,” jelasnya.
Renovasi dilakukan selama kurang dari sebulan dengan perbaikan meliputi tembok, plafon, keramik, pintu, jendela, hingga atap rumah.
“Ini bentuk kolaborasi Forkopimcam bersama masyarakat untuk saling berbagi,” katanya.
Sukamto sendiri mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Di tengah penghasilannya sebagai tukang becak yang kini tak menentu akibat persaingan transportasi online, bantuan tersebut menjadi harapan baru bagi keluarganya.
“Kadang dapat, kadang tidak. Sekarang narik becak paling dapat Rp15 ribu sampai Rp20 ribu,” pungkasnya.nia
Editor : Redaksi