Jelang Mutasi, 12 Pejabat Eselon II Ponorogo Dipanggil BKN Jatim

PONOROGO (Realita)— Sinyal mutasi pejabat di internal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo semakin menguat. Hal ini menyusul pemanggilan belasan pejabat eselon II Pemkab Ponorogo oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) Kantor Regional II Jawa Timur pada Senin (25/05/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sedikitnya 11 pejabat setingkat kepala dinas di lingkungan Pemkab Ponorogo yang masa pensiunnya masih di atas dua tahun, dipanggil untuk menjalani profiling serta pemaparan kinerja di hadapan BKN.

Para pejabat tersebut adalah Sekretaris Dewan (Sekwan) Joko Waskito, Asisten Pemerintahan Bambang Suhendro, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Dyah Ayu Puspitaningarti, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdagkum) Ringga Dwi Heri Irawan, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPU-PKP) Jamus Kunto.

Selain itu, turut dipanggil Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Judha Slamet Sarwo Edhie, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Eko Edi Suprapto, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Wahyudi, Asisten Administrasi Umum Dewi Wuri Handayani, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Besse Tenrisampeang, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Toni Sumarno.
Sementara itu, hanya Staf Ahli Bupati Lilik Slamet Raharjo yang memilih tidak mengikuti agenda profiling di BKN Jatim tersebut karena alasan tertentu.

"Hari ini ada 12 pejabat eselon II yang dipanggil BKN Jatim untuk profiling dan paparan kinerja. Yang tidak ikut cuma Pak Lilik, Staf Ahli. Kalau alasannya kurang jelas kenapa tidak ikut," ujar salah satu pejabat eselon II Pemkab Ponorogo yang enggan disebutkan namanya.

Pejabat setingkat kepala dinas ini menyebutkan bahwa hasil profiling tersebut akan menjadi dasar penilaian bagi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo Lisdyarita dan Sekretaris Daerah (Sekda) Agus Sugiarto untuk menentukan posisi para pejabat, apakah dipertahankan pada jabatan semula atau digeser ke jabatan baru dalam mutasi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Makanya kami diminta untuk memaparkan bagaimana kinerja kami selama ini di dinas. Kami juga diminta untuk mengisi minat mengenai dinas mana yang cocok dengan kemampuan kami, begitu pula sebaliknya," ungkapnya.

Kendati demikian, ia mengaku banyak rekan sesama pejabat eselon II yang setengah hati dalam mengikuti asesmen kali ini, mengingat kondisi daerah yang dinilai tidak menentu. Bagi mereka, posisi primadona saat ini justru adalah Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) serta Staf Ahli.

"Ya, melihat kondisi saat ini. Teman-teman banyak yang ingin di Dinas Perpustakaan dan Staf Ahli," pungkasnya. znl

Editor : Redaksi

Berita Terbaru