SURABAYA (Realita)- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus menuntaskan pemasangan patok sebagai penanda batas wilayah Sungai Kalianak. Proses ini merupakan bagian dari tahapan normalisasi sungai untuk mengurangi risiko banjir di kawasan tersebut.
Kepala Satpol PP Kota Surabaya, M Fikser, menjelaskan bahwa proses penandaan batas ruang Sungai Kalianak telah dilakukan. Pemberian tanda ini dilakukan sebelum tahap normalisasi sungai dilaksanakan.
Baca juga: Sungai di Keling Jumputrejo Sidoarjo, Kembali Dipenuhi Sampah
"Kita sudah mulai melakukan penandaan batas ruang sungai, yang mana nanti kami akan melakukan penertiban di sana. Sebelumnya, pemerintah kota juga telah melakukan sosialisasi ke warga," ujar Fikser.
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, Pemkot Surabaya memberikan kesempatan kepada warga untuk membongkar sendiri bangunan mereka. Selain itu, warga telah menyepakati titik tengah sungai serta batas wilayah antara Kecamatan Krembangan dan Asemrowo.
Sungai Kalianak memiliki panjang sekitar 3 kilometer, membentang di wilayah Kecamatan Krembangan dan Asemrowo. Pemkot Surabaya berencana membagi sungai tersebut menjadi lima segmen, dengan panjang masing-masing 600 meter.
Baca juga: Ratusan Warga Tolak Penggusuran, Normalisasi Sungai di Tambak Asri Surabaya Picu Gejolak
Namun, lebar Sungai Kalianak kini tidak lagi seperti sebelumnya. Jika sebelumnya sungai memiliki lebar hingga 30 meter, kini kondisinya menyempit akibat bangunan yang berdiri di atasnya. Oleh karena itu, Pemkot Surabaya berencana menertibkan bangunan tersebut untuk mengurangi risiko banjir.
Setelah penandaan batas dilakukan, Pemkot Surabaya akan memastikan akses bagi alat berat untuk masuk dan melakukan pengerukan. Tahap awal normalisasi Sungai Kalianak akan menyasar sekitar 400 bangunan.
Baca juga: Tak Tanggung-Tanggung! Bupati Bogor Utus DLH di Situ Rawa Jejed yang Tercemari Limbah
Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Windo Gusman Prasetyo, menuturkan bahwa normalisasi Sungai Kalianak bertujuan untuk menanggulangi banjir di wilayah Kecamatan Asemrowo dan Krembangan.
Setelah normalisasi dilakukan, Pemkot Surabaya akan membangun plengsengan di tiap sisi Sungai Kalianak, serta rumah pompa di sisi utara Jembatan Kalianak. Selain itu, pihaknya juga berencana membangun bozem di sisi bagian selatan sungai.yudhi
Editor : Redaksi