SURABAYA (Realita)- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menerima bantuan kemanusiaan untuk penanganan Covid-19 di Kota Pahlawan. Kali ini, bantuan itu berasal dari Mayapada Group berupa 5 ribu paket sembako dan 10 unit Alat Bantu Pernafasan.
Bantuan tersebut, diserahkan langsung Direktur Mayapada Healthcare Group, Charlie Salim bersama jajarannya kepada Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi untuk warga Kota Surabaya.
Baca juga: Diduga Ada Masalah Tata Kelola, PT Pasar Surya Tunggak BPJS Karyawan Rp648 Juta
“Alhamdulillah, hari ini Mayapada Group memberikan bantuan 10 unit oksigen konsentrator dan 5 ribu paket sembako. Insya Allah paket sembako kita berikan langsung kepada warga yang berhak menerima,” ujar Eri di sela acara penerimaan bantuan di halaman Balai Kota Surabaya.
Ia menyatakan, bahwa paket sembako ini bakal dibagikan kepada warga yang belum menerima bantuan apapun dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI.
Sementara itu, Direktur Mayapada Healthcare Group, Charlie Salim menyampaikan, meski Founder Mayapada Group saat ini berada di Jakarta, namun akan selalu memperhatikan dan tetap memberikan bantuan kepada warga Surabaya.
Baca juga: Saat Senjata Telah Diam, Persatuan Menjadi Perjuangan
“Tak hanya Pemkot Surabaya, Mayapada Group juga memberikan bantuan melalui Kodam V Brawijaya sebanyak 2000 paket sembako," paparnya.
Charlie Salim juga meminta restu kepada warga Surabaya dan Jawa Timur, dengan segera beroperasinya Rumah Sakit Mayapada Hospital Surabaya dalam waktu dekat ini.
"Selain memberikan bantuan untuk meringankan beban warga Surabaya di musim pandemi, disini saya juga meminta restu kepada semua elemen masyarakat kota Surabaya dan Jawa Timur. Karena di bulan Oktober, Mayapada Hospital Surabaya akan segera beroperasi," kata Charlie Salim.
Baca juga: Ketika Merah Putih Berkibar, Api Perjuangan Tak Boleh Padam
Tak hanya Charlie Salim, pemimpin Bank Mayapada Cabang Surabaya, Tanto Kardjono menjelaskan, bahwa usaha lain dari Mayapada Group selain Mayapada Hospital adalah Bank Mayapada.
"Bank Mayapada memiliki 216 kantor yang tersebar di 83 kota besar di 25 propinsi di Indonesia. Untuk di Jawa Timur sendiri sudah ada 37 kantor," tutupnya.sd
Editor : Redaksi