TERNATE (Realita) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali melaksanakan kegiatan Misi Dagang dan Investasi. Bank Jatim pun turut mendukung program Pemprov Jawa Timur yang kali ini dilakukan di Ternate, Maluku Utara, dengan mengikutsertakan UMKM binaanya.
Bertempat di Gamalama Ballroom, Bela Hotel, Ternate, kegiatan Misi Dagang dan Investasi ini dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, Direktur IT, Digital & Operasional Bank Jatim Zulhelfi Abidin, serta Kepala OPD Jawa Timur dan Sumatera Utara.
Baca juga: Bank Jatim Bersama Seluruh Bank Anggota KUB Teken Pengesahan RSTI 2026-2029
Zulhelfi Abidin menjelaskan, pertumbuhan UMKM di Jawa Timur kini semakin pesat dan potensinya sangat besar. Sampai saat ini sudah ada lebih dari 9 juta UMKM di Jawa Timur. Sehingga tak heran apabila UMKM disebut sebagai tulang punggung perekonomian Jawa Timur.
Melihat hal tersebut, Bank Jatim senantiasa mengambil langkah yang tepat agar pertumbuhan UMKM tak berhenti di tengah jalan.
”Kami terus berkolaborasi dengan berbagai pihak demi mendorong UMKM agar semakin tumbuh dan berkembang di tengah persaingan yang kian ketat, salah satunya sinergi dengan Pemprov Jawa Timur lewat kegiatan Misi Dagang ini,” papar Zulhelfi.
Zulhelfi menegaskan, Bank Jatim akan terus berkomitmen untuk membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh pelaku UMKM. Mulai dari akses pemasaran, pembiayaan, hingga pendampingan.
”Salah satu misi Bank Jatim pada kegiatan ini adalah membantu UMKM Binaan memperluas jaringan pasar dan mendukung pemerintah dalam memperkuat jalinan perdagangan antara Provinsi Jawa Timur dan Maluku Utara,” terangnya.
Terdapat 3 UMKM binaan Bank Jatim yang diikutsertakan pada gelaran ini, yakni produk spa dari UMKM CV Tirta Ayu, produk jamu dari UMKM Djamoe, dan produk batik dari UMKM Batik Lestari. Produk-produk unggulan ini diharapkan mampu memberikan manfaat sesuai kebutuhan masyarakat di Ternate, Maluku Utara.
”Sebagai bank milik daerah, kami akan terus mendukung UMKM agar pertumbuhannya semakin pesat dan memiliki kualitas yang bagus, sehingga dapat bersaing di pasar nasional maupun internasional,” ungkap Zulhelfi.
Baca juga: Optimis Kinerja Positif di Tahun 2026, Dua Direksi Bank Jatim Kompak Borong Saham
Selain itu, dalam kesempatan tersebut, Bank Jatim juga mempersembahkan Seni Pertunjukan Wastra Batik dari UMKM binaan Bank Jatim asal Probolinggo, Batik Lestari. Empat motif batik yang ditampilkan, yakni motif Ayam Bekisar, motif Geisha, motif Burung Hong, dan motif Penari Gandrung.
”Pertunjukan wastra batik ini merupakan salah satu cara Bank Jatim untuk melestarikan serta meningkatkan gairah masyarakat dalam mencintai warisan leluhur, khususnya bagi generasi muda," kata Zulhelfi.
"Semoga ke depannya masyarakat peminat batik semakin meningkat dan batik Indonesia bisa semakin dikenal di kancah global,” ucapnya.
Sementara itu, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, Misi Dagang ini merupakan upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mempertemukan para pelaku usaha dari Jawa Timur dan Provinsi Mitra.
Misinya menyebarluaskan potensi produk industri, perdagangan, perikanan, agrobisnis dan peluang investasi lainnya secara terintegrasi dalam rangka memenuhi substitusi impor (bahan baku) dan kebutuhan lainnya yang diharapkan mampu meningkatkan nilai perdagangan dalam negeri.
Baca juga: Jatimers Run To Care Dorong Partisipasi Masyarakat Melestarikan Lingkungan
“Misi dagang tahun ini, kerja sama yang terjalin semakin diperkuat, meningkatkan volume perdagangan dan memperkuat jaringan bisnis sehingga membuka peluang baru yang lebih luas bagi dunia usaha serta investasi di Jawa Timur dan Maluku Utara,” tuturnya.
Kegiatan Misi Dagang Jatim Malut ini merupakan Misi Dagang ke-37 sejak 2019, dan merupakan Misi Dagang pertama di tahun 2025. Melalui kegiatan ini diharapkan hubungan kerjasama antara Jawa Timur dan Maluku Utara terus berkembang, memberikan manfaat ekonomi yang signifikan, serta memperkuat sinergi antar daerah.
Gelaran Misi Dagang ini ditutup dengan nilai komitmen transaksi mencapai Rp568,042 miliar, dengan rincian Jatim membeli Rp296,368 miliar dan menjual Rp 271,674 miliar.
Beberapa produk yang masuk ke Maluku Utara dari Jawa Timur meliputi kendaraan bermotor dan barang manufaktur, besi dan baja, BBM dan minyak petroleum, beras, ayam potong, telur, serta produk pangan beku. Selain itu, ada pula produk pertanian seperti nanas jumbo organik dari Jember. gan
Editor : Redaksi