Donald Dukung Israel Serang Gaza lagi

realita.co
Donald Trump. Foto: iG Donald Trump

WASHINGTON (Realita) - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendukung penuh serangan masif Israel di Gaza, Palestina. Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan Trump menyalahkan Hamas atas kekerasan tersebut.

"Dia sepenuhnya mendukung Israel dan IDF serta tindakan yang telah mereka ambil dalam beberapa hari terakhir," kata Leavitt kepada wartawan saat ditanya apakah Trump berusaha mengembalikan gencatan senjata Gaza ke jalurnya, dilansir kantor berita AFP, Jumat (21/3/2025).

Baca juga: Trump Tolak Bayar Mata-Mata yang Bantu Penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro

Trump, kata Leavitt, mewanti-wanti kepada Hamas untuk membebaskan sandera. Jika hal itu tidak dilakukan, Trump mengatakan hal buruk akan terjadi.

"Presiden menjelaskan dengan sangat jelas kepada Hamas bahwa jika mereka tidak membebaskan semua sandera, akan ada banyak hal buruk yang harus dihadapi, dan sayangnya, Hamas memilih untuk mempermainkan nyawa orang di media," kata Leavitt.

Baca juga: Macron Kecam Trump, Tuding Omonganya yang Berubah-ubah dan Tak Sesuai Fakta

Leavitt mengatakan situasi ini "sepenuhnya merupakan kesalahan Hamas" atas serangannya terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, seraya menambahkan bahwa Trump ingin "semua sandera" yang ditawan oleh militan Palestina dibebaskan.

Badan pertahanan sipil Gaza mengatakan 504 orang telah tewas sejauh ini dalam serangan Israel, termasuk lebih dari 190 anak-anak. Jumlah korban tewas sebelumnya 470 orang.

Baca juga: Donald Trump Perintahkan Perang Darat, Iran: Kami Jadikan Mereka Penghuni Neraka

Israel melanjutkan kampanye udaranya Selasa pagi dengan gelombang serangan mematikan, menghancurkan ketenangan relatif yang telah menyebar di wilayah Palestina yang dilanda perang sejak gencatan senjata diberlakukan pada 19 Januari.

Hamas mengatakan pihaknya menembakkan roket ke pusat komersial Israel, Tel Aviv, pada hari Kamis (21/3) dalam tanggapan militer pertamanya terhadap meningkatnya jumlah korban sipil. Sementara Israel mengatakan telah menutup rute utama utara-selatan wilayah itu saat pasukan memperluas operasi darat yang mereka lanjutkan pada hari Rabu (19/3).ik

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru