Dollar AS Tembus Rp 17.200

realita.co
Ilustrasi dollar AS. Foto: istimewa

JAKARTA (Realita) - Bank Indonesia (BI) meredam penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah. Nilai tukar dolar AS sempat tembus Rp 17.200 pada pembukaan perdagangan usai libur Lebaran.

Kondisi ini terjadi usai Presiden AS Donald trump mengumumkan kebijakan tarif impor baru. Dikutip dari data Bloomberg, Senin (7/4), nilai tukar dolar AS terhadap rupiah pada hari ini sempat menembus angka 17.217 sekitar pukul 09.15 WIB.

Baca juga: Terlalu Perkasa, Dollar AS Bisa Tembus Rp 17.000

Namun, posisi tersebut hanya bertahan singkat dan pada pukul 14.30 bertengger pada level Rp 16.799, naik 147 poin atau 0,88�ri pembukaannya.

Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang dilakukan pada hari yang sama, Dewan Gubernur BI memutuskan untuk melakukan intervensi di pasar off-shore (Non Deliverable Forward/NDF) guna stabilisasi nilai tukar rupiah dari tingginya tekanan global.

Baca juga: Rupiah Pada Kamis Pagi Melemah Jadi Rp16.383 per Dolar AS

Sebagai informasi, kebijakan tarif resiprokal yang diumumkan pemerintah AS pada 2 April dan respons kebijakan retaliasi tarif oleh pemerintah China pada 4 April 2025 telah menimbulkan gejolak pasar keuangan global, termasuk arus modal keluar dan tingginya tekanan pelemahan nilai tukar di banyak negara khususnya negara berkembang.

Tekanan terhadap nilai tukar rupiah telah terjadi di pasar off-shore (Non Deliverable Forward/NDF) di tengah libur panjang pasar domestik dalam rangka Idulfitri 1446H.

"Intervensi di pasar off-shore (Non Deliverable Forward / NDF) dilakukan Bank Indonesia secara berkesinambungan di pasar Asia, Eropa, dan New York," papar Kepala Departemen Komunikasi Direktur Eksekutif Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya, Senin (7/4/2025).ik

 

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru