JEMBER (Realita) – Penanganan kasus dugaan percobaan pembunuhan terhadap anggota DPRD Jember, David Handoko Seto, mulai menunjukkan perkembangan. Unit Pidana Umum Polres Jember akhirnya memeriksa dua saksi kunci pada Jumat (24/4/2026) siang, yakni korban sendiri David Handoko Seto dan rekannya Candra Irawan.
Kuasa hukum korban, Mohammad Husni Thamrin menjelaskan kedua saksi tersebut dinilai sebagai saksi vital lantaran terlibat langsung dalam pengejaran terhadap truk yang diduga mengangkut BBM bersubsidi secara ilegal. Pengejaran berlangsung hingga wilayah Desa Pontang, Kecamatan Ambulu, sebelum berakhir setelah kendaraan yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan dan menabrak jembatan.
Namun, insiden tidak berhenti di situ. Setelah kecelakaan terjadi, keduanya justru menjadi korban pengeroyokan oleh sekitar 15 orang tak dikenal yang diduga terkait jaringan mafia BBM bersubsidi. Hingga kini, para pelaku masih dalam penyelidikan kepolisian.
Thamrin mengapresiasi langkah penyidik, namun menyoroti keterlambatan penanganan perkara yang dinilai berpotensi merugikan proses hukum.
“Upaya polisi ini kami sambut baik, walaupun agak terlambat. Peristiwanya sudah lebih dari satu bulan, baru sekarang dilakukan pemeriksaan,” ujarnya, Jumat (24/04/2026).
Thamrin menegaskan, lambannya penanganan berisiko pada hilangnya barang bukti serta berubahnya keterangan saksi akibat potensi intervensi pihak tertentu. Hal ini, menurutnya, dapat menghambat pengungkapan aktor utama di balik dugaan percobaan pembunuhan tersebut.
Kasus ini bermula pada Sabtu (14/3/2026) tengah malam, saat terjadi dugaan pengisian ilegal BBM jenis bio solar bersubsidi di SPBU 54.681.11, Jalan Teuku Umar, Kecamatan Sumbersari, Jember. Truk bernomor polisi DK 6484 AS yang telah dimodifikasi dengan empat tangki berkapasitas total sekitar 4.000 liter diduga menjadi sarana pengangkutan BBM ilegal tersebut.
Peristiwa itu diketahui oleh David Handoko Seto yang kemudian berkoordinasi dengan pihak Hiswana Migas dan aparat kepolisian setempat. Namun situasi berubah cepat ketika seorang pria tak dikenal mengambil alih truk dan melarikan diri, memicu aksi kejar-kejaran sejauh kurang lebih 30 kilometer melintasi beberapa kecamatan.
Di wilayah Desa Pontang, pengejaran berujung pada dugaan penghadangan dan pengeroyokan terhadap korban. Kendaraan yang dikemudikan David bahkan mengalami kerusakan parah setelah diduga dipepet oleh kendaraan pelaku hingga menabrak pagar jembatan.
Merasa penanganan berjalan lambat, pihak kuasa hukum telah melayangkan surat kepada Kapolri dan Divisi Propam Polri untuk meminta supervisi terhadap penyidikan yang dilakukan Polres Jember.
“Surat sudah diterima Kapolri dan Propam, tinggal kita kawal prosesnya,” kata Thamrin.
Tak hanya itu, Thamrin juga mendorong keterlibatan DPR RI, termasuk Komisi III dan Komisi XII, untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) guna mengusut tuntas dugaan mafia BBM bersubsidi di Jember.
Ia bahkan mendesak agar Propam memeriksa jajaran kepolisian di sejumlah wilayah yang dilalui pelaku saat pengejaran berlangsung.
“Kenapa tidak ada penghadangan dari polsek-polsek yang dilalui? Ini harus diperiksa. Kalau ada pelanggaran atau keterlibatan, harus diberi sanksi,” tegasnya.rdy
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-48421-saksi-kunci-percobaan-pembunuhan-anggota-dprd-jember-mulai-diperiksa