JEMBER (Realita) - Pemerintah Kabupaten Jember memperkuat langkah membangun ekonomi desa dengan menyerahkan 48 kendaraan operasional untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KD/KMP), Senin (8/6/2026).
Bantuan berupa 23 unit truk dan 25 unit kendaraan pick up itu disiapkan untuk mendukung distribusi hasil produksi masyarakat sekaligus memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.
Penyerahan armada dilakukan oleh Bupati Jember Gus Fawait bersama jajaran Forkopimda, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, serta pemerintah desa, di depan Kantor Pemkab Jember. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat keberadaan Koperasi Merah Putih yang digagas sebagai instrumen pemerataan pembangunan hingga tingkat desa.
Gus Fawait menargetkan koperasi tidak hanya menjadi wadah usaha masyarakat, tetapi juga mampu menjadi tulang punggung penguatan ekonomi desa secara berkelanjutan.
"Filosofi koperasi adalah pemerataan ekonomi, pemberdayaan ekonomi mikro, dan mengurangi ketimpangan pendapatan. Karena itu, kehadiran Koperasi Merah Putih diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkeadilan," kata Gus Fawait.
Menurut Gus Fawait, koperasi memiliki peran strategis dalam mengurangi kemiskinan dan menekan kesenjangan pendapatan masyarakat melalui penguatan ekonomi berbasis desa. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Jember terus mendorong penguatan kelembagaan dan sarana pendukung bagi koperasi.
Ia menegaskan, keberadaan Koperasi Merah Putih tidak dimaksudkan untuk bersaing dengan pelaku usaha swasta maupun toko kelontong milik masyarakat. Sebaliknya, koperasi hadir untuk memperkuat ekosistem ekonomi desa dengan mengisi sektor-sektor yang belum terlayani secara optimal.
Pemkab Jember juga menyiapkan peran yang lebih besar bagi koperasi dalam memperkuat rantai distribusi dan pemasaran hasil produksi masyarakat desa agar memiliki nilai tambah yang lebih baik.
"Koperasi Merah Putih tidak dibentuk untuk mematikan usaha masyarakat. Justru koperasi hadir untuk memperkuat ekonomi desa dan membuka peluang yang lebih besar bagi masyarakat dalam mengembangkan usahanya," ujar Gus Fawait.
Selain mendukung distribusi barang dan hasil produksi masyarakat, koperasi juga diproyeksikan memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas harga komoditas pertanian. Pemkab Jember akan mendorong kerja sama antara Koperasi Merah Putih dan Bulog untuk memperkuat penyerapan hasil panen petani.
Melalui skema tersebut, koperasi diharapkan mampu membantu menjaga harga gabah tetap sesuai ketentuan pemerintah sekaligus memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi petani. Langkah ini dinilai penting mengingat sektor pertanian masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian Kabupaten Jember.
Tidak hanya itu, Koperasi Merah Putih juga akan menjadi bagian dari rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Produk pertanian dan komoditas unggulan desa nantinya akan diserap melalui koperasi untuk memenuhi kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Kami ingin manfaat program pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat desa. Karena itu, produk pertanian dan komoditas lokal harus menjadi bagian dari rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis," tegas Gus Fawait.
Dengan keterlibatan tersebut, manfaat ekonomi dari program MBG diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa. Petani dan pelaku usaha lokal memperoleh pasar yang lebih pasti, sementara kebutuhan pangan program pemerintah dapat dipenuhi dari hasil produksi daerah sendiri.
Sementara itu, Komandan Kodim 0824/Jember Letkol Inf. Rifqi Muhammad Syuhada menyampaikan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Jember terus berjalan sesuai target. Hingga saat ini, target awal pembentukan koperasi yang menjadi tanggung jawab Kodim telah tercapai 100 persen di 42 titik.
Menurut Rifqi, sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan pemerintah desa menjadi faktor penting dalam mempercepat pembentukan dan penguatan koperasi di seluruh wilayah Kabupaten Jember.
"Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan pemerintah desa menjadi kunci percepatan pelaksanaan program. Dukungan armada operasional ini diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil produksi masyarakat sekaligus memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi desa," ujar Rifqi.
Editor : Redaksi