SAMPANG (Realita)- Manajemen SMKN 1 Sampang tak beres selama dipimpin oleh Rahmawati selaku Kepala Sekolah dalam tata kelola manajemen sekolah. Sebab, berpotensi adanya ketidakberesan atau kekacauan dalam pengelolaan sekolah.
" Ini bisa mencakup berbagai aspek, seperti ketidakjelasan visi dan misi, kurangnya perencanaan yang matang, lemahnya koordinasi antara berbagai pihak, serta kurangnya kontrol terhadap proses pembelajaran dan operasional sekolah," kata Syaiful, Ketua Bidang Organisasi LSM Sekoci, Selasa (6/5/2025).
Baca juga: Kadisdik Sampang Diduga Sengaja Tidak Memperpanjang SK Kepsek
Syaiful menjelaskan ada beberapa hal yang bisa menjadi indikator manajemen SMKN 1 Sampang yang amburadul.
1. Tata kelola dana bantuan operasional sekolah (BOS) terindikasi sarat dengan penyimpangan.
2. Kegiatan kurikulum ke agama tidak ada. Namun didalam BOS diduga dicantumkan anggaran kegiatan tersebut.
3. Selama Rahmawati memimpin tidak ada perbaikan sarana prasarana sekolah.
4. 6 lokal laboratorium mangkrak.
5. Daya listrik diturunkan sehingga proses belajar terganggu akibat sering mati lampu.
Baca juga: Sidang Korupsi BOS Rp 25,8 M, Eks Kasek SMK PGRI 2 Ponorogo Dituntut 14,5 Tahun Penjara
6. Ada Dugaan pemotongan honor guru.
7. Laboratorium Arsitek mangkrak padahal sangat dibutuhkan oleh siswa. Akibat daya listrik tidak kuat.
8. Ada Dugaan pungli biaya foto buat ijazah per- anak lima belas ribu rupiah.
9. Ada indikasi Dana BOS dalam satu tahun 25 persen pengamanan oknum Wartawan dan oknum LSM.
Baca juga: Dugaan Penyelewengan Dana BOS SMKN 1, Dilaporkan ke Kejari Sampang
"Bilamana banyak persoalan menandakan kinerja Kasek SMKN 1 Sampang, tidak memiliki visi dan misi yang jelas, atau tujuan yang spesifik dan terukur. Sehingga arah pengembangan sekolah tidak jelas,"ungkapnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, Rahmawati selaku Kepala Sekolah SMKN 1 Sampang, mengatakan sembilan tuding tersebut tidak benar.
" Saya melaksanakan tugas sebagai Kasek SMKN 1 Sampang sesuai petunjuk teknis (Juknis). Kalau ada tuding seperti itu silakan datang ke sekolah biar tidak sepihak. Supaya tahu kondisinya seperti apa, saya terbuka kepada siapapun,"ujar Rahmawati saat ditemui wartawan, Selasa (6/5/2025).sel
Editor : Redaksi