JAKARTA (Realita)- Pemerintahan Prabowo Subianto melalui Kementerian Keuangan tercatat menarik utang baru sampai dengan April 2025 senilai Rp304 triliun atau setara dengan 39,2�ri target.
Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono memaparkan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari utang yang terdiri dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) dan pinjaman telah mencakup 39,2�ri target Rp775,9 triliun.
Baca juga: Pemerintah RI Bakal Utang lagi Rp781,9 Triliun di Tahun 2026
Sementara itu, pembiayaan melalui nonutang, pemerintah tercatat melakukan pembayaran senilai Rp24,8 triliun. Alhasil, total pembiayaan anggaran untuk memenuhi APBN mencapai Rp279,2 triliun.
“Sampai dengan April sudah terealisasi Rp279,2 triliun yaitu 45,3%. Artinya, pembiayaan kita on track (pada jalur yang tepat) dan mencatat kinerja yang baik,” ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (23/5/2025).
Baca juga: Diwarisi Utang Jokowi, Prabowo Diprediksi Bakal Gali Lubang Bikin Jurang
Thomas menyampaikan bahwa pemenuhan target pembiayaan yang senilai Rp616,2 triliun sejalan dengan berbagai langkah mitigasi risiko. Strategiyang dilakukan, yakni pengadaan pembiayaan utang secara hati-hati, fleksibel, oportunistik, dan terukur, mencakup aspek waktu, ukuran, instrumen dan bauran denominasi.
Selain itu, pemerintah telah melakukan prefunding—pemerintah melakukan penarikan utang lebih cepat pada akhir tahun lalu untuk membiayai APBN 2025. Kemudian, mitigasi risiko dilakukan melalui bantalan kas yang memadai, serta pengelolaan kas dan utang secara aktif.
Baca juga: Hutang Indonesia Capai Rp 8.144 Triliun, Pakar: Bayi yang Baru Lahir Sudah Nanggung Utang Rp 30 Juta
Membandingkan dengan bulan sebelumnya, tercatat penambahan jumlah pembiayaan utang sepanjang April 2025 senilai Rp33,6 triliun. Kemudian, pembiayaan anggaran tercatat naik Rp29,2 triliun dari akhir Maret 2025.bs
Editor : Redaksi