CILACAP (Realita) - Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Slamet Sugiono mengatakan, Kamis (5/6), untuk pemeriksaan hewan kurban, pihaknya sudah melaksanakan di lapak-lapak ternak di Kabupaten Cilacap.
"Pemeriksaan ini melibatkan 8 dokter hewan, 22 paramedik dan inseminator, serta 5 pengawas bibit ternak. Semuanya terpantau sehat," kata Slamet.
Baca juga: Pegadaian Jatim Tebar Kepedulian di Iduladha 2026, 1.000 Paket Daging Kurban Dibagikan ke Warga
Slamet menegaskan, ia tidak menjumpai penyakit-penyakit yang berbahaya dan penyakit menular yang merebak pada hewan. "Apalagi penyakit mulut dan kuku, juga tidak kita jumpai," tandasnya.
Hewan pun tampak sehat, katanya.
"Hewan yang sehat itu, secara visual sehat, dan sorot matanya sehat. Kemudian dari bulu-bulunya halus, tidak dijumpai tanda-tanda berpenyakit," imbuhnya.
Baca juga: Idul Adha 1447 H, PDI Perjuangan Kota Batu Tebar Semangat Berkurban untuk Wong Cilik
Pada saat dipotong nantinya hewan tersebut diperiksa lagi oleh petugas untuk dicek dagingnya, kemudian dicek jeroannya untuk dilihat ada pencemaran cacing atau tidak.
Biasanya yang sering dijumpai adalah penyakit cacing hati. Kalau hatinya, jeroannya dijumpai cacing hati, biasanya langsung dibuang cacingnya saja, daging jeroannya tetap bisa dikonsumsi.
Yang biasa dijumpai pada saat wabah itu adalah penyakit mulut dan kuku dan penyakit lapisticisis atau kulit berbenjol. "Tapi pada tahun ini tidak kita jumpai, karena kita masih melakukan vaksinasi penyakit mulut dan kuku," katanya.
Baca juga: PWI Kabupaten Bogor Sembelih 1 Sapi dan 9 Kambing Kurban di Iduladha 1447 H
Untuk besok pihaknya menyiapkan 160 petugas untuk memeriksa hewan kurban, atau sore ini sudah mulai kita terjunkan di lokasi-lokasi pemeriksaan hewan kurban.
"Besoknya setelah dipotong, diperiksa lagi. Biasanya pada saat pemotongan, besok, kita siaga di lapak-lapak pemotongan," ujar Slamet memungkasi.est
Editor : Redaksi