CILEGON (Realita) — Upaya Pemkot Cilegon dalam menciptakan kota yang bersih kembali menuai kritik. Bak sampah berbahan beton yang dibangun di sepanjang jalan protokol, nyatanya tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Pantauan langsung wartawan Realita.co di jalan protokol Kelurahan Kedaleman, Minggu (8/6/2025) pagi, menunjukkan fakta yang bertolak belakang dengan tujuan awal program. Sampah masih tampak berserakan di sekitar area bak.
Baca juga: Gegara TPST Tak Berfungsi, Sampah Keleleran di Pinggir Jalan Sidoarjo
Program ini merupakan bagian dari 100 hari kerja Wali Kota Cilegon, Robinsar, yang sempat digembar-gemborkan sebagai solusi untuk mengatasi masalah kebersihan kota.
Dalam pernyataannya yang dikutip dari berbagai media massa, Robinsar menyampaikan keyakinannya bahwa kemajuan kota berawal dari kebersihan.
“Karena kami meyakini kota yang maju juga kota yang bersih. Kami ingin maju, bersih dari tingkat bawah sampai ke tingkat kota,” kata Robinsar dalam wawancara, Sabtu (24/5/2025).
Baca juga: Sepanjang Jalan Menuju Pasar Mega Asri Kelurahan Sukajadi Timur, Sampah Berserakan
Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga fasilitas yang sudah disediakan. Bak sampah tersebut diklaim kuat dan tahan lama karena dibuat dari besi dan beton, dengan berat mencapai 350 kilogram.
Namun, realita di lapangan menunjukkan bahwa infrastruktur tanpa perencanaan dan pengawasan yang baik hanya akan menjadi simbol tanpa makna. Alih-alih menampung sampah dengan efektif, bak-bak beton tersebut lebih sering dibiarkan kosong, sementara tumpukan sampah justru menumpuk di sekitarnya.
Cuitannya di berbagai media, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon, Sabri, menyebut bahwa pemasangan bak sampah beton adalah bagian dari program unggulan Wali Kota. Namun, ia tidak merinci bagaimana strategi pemanfaatan dan pemeliharaannya.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan mendasar: apakah pembangunan fasilitas publik seperti bak sampah ini benar-benar dirancang dengan pendekatan yang solutif, atau hanya sekadar memenuhi target program kerja? Tanpa edukasi ke masyarakat, sistem pengangkutan yang teratur, serta evaluasi berkala, niat baik ini dikhawatirkan hanya akan jadi proyek setengah jalan.fauzi
Editor : Redaksi