Jokowi Ditantang Bikin Partai Sendiri, Bukan malah Gulingkan Kaesang di PSI

realita.co
Jerry Massie. Foto: Dok istimewa

MANADO (Realita)- Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menyampaikan kritik tajam terhadap arah politik Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang kini dipimpin oleh Kaesang Pangarep.

Partai yang dipimpin putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu, menurut Jerry, seakan menjadi ambisi Jokowi untuk menguasai PSI, ibarat “kudeta politik dalam keluarga”.

Baca juga: Pakar Politik Amerika: Tangkap Maduro, AS Bisa Raup Keuntungan 303 Miliar Barel Minyak

“PSI yang dulu digagas sebagai corong anak muda dengan pengurus milenial, kini kehilangan arah. Branding partai ini melemah, bahkan gagal menembus ambang batas parlemen 4 persen dalam Pemilu 2024,” ucap Jerry, Rabu (18/6/2025) di Cafe bilangan Sario, Kota Manado.

Ia menyebut, pernyataan Jokowi soal rencana mendirikan partai “Super Tbk” hanyalah strategi politik penuh ilusi.

“Nyatanya, tidak ada partai raja ngibul itu. Yang terjadi justru Jokowi diduga berusaha merebut kendali partai yang kini dipegang anaknya sendiri, Kaesang,” tegas Jerry.

Menurutnya, jika Jokowi benar-benar ingin menapaki jalan politik mandiri, seharusnya ia meniru jejak tokoh-tokoh besar seperti Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, atau Prabowo Subianto yang mendirikan partai dari nol.

“Kalau kau gentleman, bikin partai sendiri. Megawati bangun PDIP, SBY dengan Demokrat, Prabowo dirikan Gerindra. Jokowi? Tidak akan mampu karena kapasitasnya sangat terbatas dan biasa-biasa saja,” sindirnya.

Baca juga: Dasco Temui 3 Ketum Parpol, Pengamat: Agar Koalisi Tetap Solid untuk Prabowo 2 Periode

Lebih lanjut, Jerry menduga Jokowi sempat mencoba melakukan manuver politik di Partai Demokrat lewat Moeldoko, serta mencoba merebut kendali di Golkar dan bahkan PDIP. Namun, semua upaya tersebut disebutnya gagal total.

Jerry juga menyampaikan bahwa kini arah PSI makin kabur. “PSI yang dulunya identik dengan anak muda, sekarang malah dipimpin oleh tokoh berusia di atas 60 tahun. Partai ini kehilangan jati diri,” ujarnya.

Meskipun ada isu bahwa Jokowi akan diangkat menjadi Ketua Umum PSI, Jerry menilai langkah itu tidak akan serta-merta mendongkrak popularitas partai.

“PSI tak lagi seksi di mata pemilih muda. Jokowi masuk pun tak menjamin elektabilitas partai naik,” tuturnya.

Baca juga: Mau Indonesia Tetap Demokratis, Pertahankan Pilkada Langsung

Namun, ia menilai ada kemungkinan Jokowi tetap memanfaatkan PSI sebagai kendaraan politik putranya, Gibran Rakabuming Raka.

“Jokowi mungkin ingin mendorong Gibran lewat PSI. Tapi itu pun bukan jaminan sukses,” pungkasnya.jr

 

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru