Generasi Muda Unjuk Gigi di Festival Nasional Reog Ponorogo ke-30, Bukti Cinta Budaya Tak Pernah Padam

realita.co
Pertunjukan koreo Grup Reog Ponorogo yang memukau dalam FNRP ke 30. Foto: Zainul

PONOROGO (Realita)- Pemerintah Kabupaten Ponorogo kembali membuktikan komitmennya dalam pelestarian dan pengembangan budaya lokal lewat suksesnya penyelenggaraan Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXX dalam rangkaian Grebeg Suro 2025. Digelar di Alun-alun Ponorogo, Selasa (24/6/2025), festival ini menyedot ribuan penonton dan menjadi panggung prestasi bagi generasi muda pencinta budaya.

Sembilan grup reog dari berbagai daerah tampil dengan penuh totalitas. Dari pelajar SMA hingga mahasiswa, para peserta menunjukkan kebolehan mereka dalam menampilkan seni Reog secara kreatif tanpa menghilangkan pakem tradisionalnya.

Baca juga: Creative Cities Connect 2025, Men-Ekraf Siap Kolaborasi Dengan Ponorogo Kuatkan Potensi Daerah

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, yang hadir menyaksikan langsung penampilan para peserta, menyampaikan rasa bangganya terhadap semangat anak muda dalam menjaga budaya Reog.

“Saya melihat sendiri bagaimana anak-anak kita tampil dengan totalitas. Mereka bukan hanya menari, tapi sedang menyampaikan pesan budaya dan cinta tanah kelahiran. Anak muda adalah penjaga Reog di masa depan,” ujar Bupati Sugiri.

Ia juga menegaskan bahwa Pemkab Ponorogo akan terus membuka ruang dan memperkuat fasilitas bagi pelestarian seni tradisional melalui festival, pendidikan budaya, dan program pembinaan kelompok seni.

“FNRP ini bukan sekadar event tahunan, tapi bagian dari strategi kebudayaan Ponorogo. Kita ingin anak-anak muda tidak hanya tahu tentang Reog, tapi hidup bersama budaya itu sejak dini,” imbuhnya.

Baca juga: Fadli Zon Kagum dengan Monumen Reog Ponorogo Lebih Tinggi dari GWK di Bali

Salah satu penampilan yang menyita perhatian datang dari grup Taruno Suryo SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo. Menurut pelatih Ridzwan Miftahul Aji, grupnya telah berlatih intensif selama empat bulan demi tampil maksimal di panggung FNRP XXX.

“Pengaturan panggung dan sistem lomba tahun ini sangat mendukung kami. Terima kasih kepada Pak Bupati dan seluruh jajaran Pemkab yang sudah memberikan ruang terbaik untuk kami tampil,” ujarnya.

Seiring malam semakin larut, penonton terus memadati area festival. Tampil pula grup-grup unggulan dari Ponorogo seperti SMKN 1 Badegan, SMAN 3 Ponorogo, dan SMAN 1 Ponorogo, serta peserta luar daerah seperti PSHW-TM Madiun, Pawargo Yogyakarta, hingga Reyog Tigang Juru dari Lumajang.

Baca juga: Pasca Resmi Jadi UCCN, Bupati Ponorogo Minta OPD Reorientasi Mindset Jadi Kreatif dan Kolaboratif

Festival ini akan berlanjut hingga malam puncak pada Rabu (25/6/2025), dengan penampilan dari berbagai grup favorit termasuk Reyog Brawijaya dari Universitas Brawijaya Malang, runner-up FNRP tahun lalu.

Dengan kemasan yang semakin profesional dan dukungan penuh dari pemerintah daerah, FNRP XXX dinilai sukses menjadi ruang kolaborasi antar generasi sekaligus membuktikan bahwa Reog Ponorogo bukan sekadar warisan budaya melainkan identitas yang terus hidup dan tumbuh bersama rakyatnya. adv/znl

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru