Disnaker Lamongan Minta Soal Tagihan Pekerja Proyek Stadion Surajaya Segera Diselesaikan

realita.co
Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lamongan. Foto: Defit

LAMONGAN (Realita) - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lamongan meminta agar persoalan kekurangan pembayaran kerja puluhan mandor (koordinator pelaksana pekerjaaan konstruksi) proyek Stadion Surajaya segera diselesaikan.

Hal itu disampaikan Kepala Disnaker Lamongan, Moch. Zamroni, yang juga memembenarkan adanya laporan pengaduan ke kantornya.

Baca juga: Pemkab Lamongan Pastikan Keamanan dan Kelancaran Jelang Natal 2025

“Memang benar kemarin ada surat pengaduan yang masuk ke kantor kami, terkait persoalan itu," kata Zamroni kepada awak media, Selasa (01/07/2025).

"Itu memang haknya mereka (para pekerja), dan saya berharap persoalan ini bisa diseleaaikan dengan duduk bersama antara pemberi kerja dan para pekerja, supaya tidak terjadi wanprestasi,” terusnya.

Seperti diketahui, puluhan mandor atau koordinator pelaksana pekerjaan konstruksi proyek Stadion Surajaya Lamongan, menuntut sisa pembayaran kerja yang belum terbayar 100%.

Samijan, mandor pekerjaan rolling, pintu dan pagar sektor pada proyek stadion tersebut mengatakan, ada 26 mandor yang belum menerima sisa pembayaran kerja dari PT. Wika Karya Bangunan Gedung, selaku perusahaan pelaksana proyek. Akibatnya, ia dan puluhan mandor tersebut, merasa tertekan dengan pekerjanya masing-masing yang menagih sisa gaji.

Baca juga: Lamongan Raih Peringkat Lima Nasional Dalam Pengawasan Kearsipan 2024

"Kami ditagih terus sama pekerja, karena mereka juga butuh untuk kebutuhan hidup, dan itu memang hak mereka. Belum lagi tagihan warung makan serta pinjaman bank," kata mandor itu. Sabtu (28/06/2025).

"Tenaga kerja saya ada 30 orang, tapi ada juga mandor yang jumlah pekerjanya 50 orang, dengan pekerjaan dan kontrak yang berbeda. Kalau ditotal mungkin ada sekitar ratusan atau ribuan orang. Sedangkan soal sisa pembayaran yang belum dibayar PT. Wika ke saya, sekitar 670 juta rupiah. Tapi ada juga mandor yang belum terbayar 500 juta, 800 juta, dan informasinya ada yang sampai 1 miliyar rupiah. Padahal pekerjaannya sudah selesai dan stadion itu sudah diresmikan pada bulan Maret kemarin, hingga sekarang sudah hampir bulan Juli," ujarnya.

Lebih lanjut, dirinya menegaskan akan mengadukan persoalan ini ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat, untuk membantu mencarikan solusi.

Baca juga: Kabel Genset dan DVR CCTV Stadion Surajaya Lamongan Hilang, Kerugian Ratusan Juta Rupiah

"Kami akan berkirim surat ke Dinas Tenaga Kerja Lamongan, atau kalau perlu ke Kementerian Tenaga Kerja. Supaya hak-hak kami dan pekerja segera dibayarkan oleh PT. Wika. Maka kami mohon agar pemerintah mau membantu kesulitan ini," tandasnya.

Reporter : David Budiansyah

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru