SIDOARJO (Realita)- Jalur domisili dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA Negeri menjadi sorotan beberapa orangtua walimurid yang awam dan merasa tidak mendapatkan keadilan untuk anaknya mendapatkan pendidikan di sekolah tujuan.
Seperti yang dialami calon orang tua wali murid berinisial DN dan AG yang berdebat dengan Deny, Humas Bagian Informasi SPMB di SMA Negeri 3 Sidoarjo, Rabu (02/07/2025).
Baca juga: Sengkarut Sistem Zonasi PPDB di Jombang: Berprestasi Pun Tak Jadi Jaminan
Calon orang tua walimurid berinisial DN menyampaikan, kenapa anaknya dengan nilai lebih tinggi dan jarak lebih dekat dari SMAN 3 tidak lulus seleksi. Sedangkan yang domisilnya jauh dan nilainya lebih rendah bisa lulus seleksi.
"Ada apa dengan SMA Negeri 3 Sidoarjo," ujarnya penuh keheranan.
Deny menjelaskan, untuk jalur domisili baik reguler dan selebaran ditentukan dengan nilai dan jarak tempat tinggal.
"Jika di wilayah bapak, ada siswa yang nilainya lebih tinggi itu yang lolos seleksi. Dan jika ada calon siswa nilainya lebih rendah dan domisilinya lebih jauh dari anak bapak, tapi lulus seleksi itu dikarenakan siswa tersebut nilainya lebih tinggi di wilayah domisilinya," terang Deny.
Baca juga: Dugaan Kecurangan PPDB di Jombang, Numpang Domisili dalam KK
Mendengar penjelasan Deny, DN tak puas dan kembali menumpahkan uneg-unegnya
"Jadi anak saya untuk mendapatkan pendidikan yang layak sesuai sekolah tujuan dibatasi oleh sistim dan kalah seleksi dengan siswa yang notabane nilainya di bawah anak saya dan jarak domisilinya lebih jauh. Mengapa seperti itu. Di manakah keadilan berada. Ini dunia Pendidikan, jadi nilai dan prestasi harus lebih ditonjolkan guna mencerdaskan Anak Bangsa, bukan sebaliknya," tegasnya.
Sementara itu Kepala SMA Negeri 3 Sidoarjo H. Lamiran, S.Pd, M.Pd. ketika mau dikonfirmasi tim media tidak ada di sekolah.
Baca juga: Nadiem Bersikeras, PPDB Zonasi Lanjut
"Mulai pagi beliaunya dan humas sekolah tidak kelihatan mas," ujar dua satpam sekolah ketika di tanya wartawan.
Tim media mencoba memgkonfirmasi Wulan humas SMA Negeri 3 Sidoarjo melalui whatsapp pibadinya, akan tetapi dia memilih bungkam mengabaikan chat dari tim media. Bar@nita
Editor : Redaksi