Lebih dari 56,28 Juta Orang Bertransaksi Gunakan QRIS

realita.co
Deputi DKSP BI, Himawan Kusprianto, pada Capacity Building dan Media Gathering di Malang, Jumat (18/7/2025).

MALANG (Realita) - Akselerasi transaksi ekonomi digital di Indonesia berkembang cukup pesat dalam lima tahun terakhir. Hal ini disampaikan Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (DKSP) Bank Indonesia, Himawan Kusprianto, di Malang, Jumat (18/7/2025).

Disebutkan, transaksi ekonomi digital di Indonesia sepanjang 2025 tercatat mencapai Rp 37 miliar, meningkat hampir lima kali lipat dibanding transaksi ekonomi digital di sepanjang 2020 yang hanya Rp 8 miliar.

Baca juga: Rayakan HUT RI ke-80, Tarif Parkir Rp80 Berlaku di Sejumlah Titik Surabaya

Selain masifnya sosialisasi, kata Himawan, faktor lain yang juga mendorong peningkatan transaksi ekonomi digital di Indonesia adalah pandemi Covid-19, dimana saat itu masyarakat memang dibatasi untuk menjalani aktivitas kontak fisik.

"Akselerasi digitalisasinya Alhamdulillah pesat. Ada faktor lain yaitu pandemi Covid-19 yang ternyata men-triger. Sebelumnya jualan QRIS susah," kata Himawan di Capacity Building dan Media Gathering 2025 yang digelar KPw BI Jatim ini.

Himawan menjelaskan, di antara instrumen transaksi digital yang ada di Indonesia, QRIS menjadi pilihan utama. Perkembangan QRIS, ujarnya, sangat akseleratif, karena kemudahan penggunaan dan penetrasi mobile phone yang makin masif.

"QRIS juga menjadi fondasi digital terutama bagi segmen UMKM yang saat ini mendominasi dengan porsi 93 persen," tandasnya.

Baca juga: Modus Qris Bodong Terungkap, Pasutri di Depok Tipu Gerai Pulsa hingga Rugi Rp15 Juta

Himawan mengungkapkan, jumlah pengguna QRIS hingga awal 2025 tercatat mencapai 56,28 juta dengan jumlah merchant QRIS sebanyak 38,1 juta, dan jumlah EDC sebanyak 2,3 juta.

Jika dilihat berdasarkan kelompok umur, lanjut Himawan, generasi Z merupakan pengguna terbanyak QRIS dengan kontribusi mencapai 27 persen.

Kemudian disusul generasi milenial dengan kontribusi 25,87 persen, generasi X dengan kontribusi 21,88 persen, baby boomer dengan kontribusi 11,56 persen, dan generasi alpha dengan kontribusi 10,88 persen.

Baca juga: QRIS Bank Jatim Ramadan Vaganza Dukung Pertumbuhan UMKM

Sementara itu, dalam sambutan pembukaan acara ini, Kepala KPw BI Provinsi Jawa Timur Ibrahim mengatakan, pihaknya tidak pernah menyangka perkembangan penggunaan QRIS akan secepat ini.

Menurut Ibrahim, cepatnya perkembangan transaksi menggunakan QRIS menunjukkan bahwa inovasi tersebut benar-benar bisa diterima masyarakat dengan baik.

"Lima tahun lalu kita gak menyangka bahwa QRIS cepat sekali popularitasnya. Lebih dari 50 juta pengguna hanya membutuhkan waktu lima tahun itu luar biasa," ucap Ibrahim. (Gan)

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru