Begini Kronologi Meninggalnya Bripka Cecep Dalam Tragedi Pernikahan Anak Dedi Mulyadi

realita.co
Bripka Cecep Saeful Bahri.

GARUT (Realita) - Sebuah insiden tragis terjadi dalam acara syukuran pernikahan anak Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), Maula Akbar dan Putri Karlina di Alun-alun Kabupaten Garut.

Tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat membludaknya pengunjung yang hadir dan saling berdesakan. 
 
Bripka Cecep Saeful Bahri, anggota Polres Garut yang ditugaskan untuk mengamankan jalannya kegiatan, menjadi salah satu korban tewas dalam insiden tersebut.

Baca juga: Resepsi Pernikahan Anaknya Telan 3 Korban Jiwa, Demul Ngaku Tak Tahu Ada Acara Makan Gratis

Ia meninggal dunia setelah terlibat dalam upaya menjaga ketertiban saat situasi menjadi kacau akibat besarnya jumlah massa dan kondisi yang tidak terkendali.

Tewasnya Bripka Cecep membuat publik penasaran dengan sosoknya.

Sebelum meninggal dunia, postingan terakhir Bripka Cecep di akun Facebook-nya membuat publik ikut merasakan kehilangan sosok pria yang sayang dengan keluarga.

Ia sempat foto kebersamaan dengan istrinya, yang diunggah pada 1 Juli 2025.

Ia dikenal sebagai sosok yang sering mengunggah foto kebersamaan dengan keluarga dan saat bertugas sebagai polisi.

Insiden ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat Garut. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan menjelaskan mulanya Bripka Cecep bertugas mengamankan acara tersebut bersama anggota lainnya.

Hendra menyebut Bripka Cecep meninggal setelah membantu mengurai kerumunan warga yang memadati pintu masuk lokasi.

"Jadi anggota kami itu telah gugur atas nama Cecep, anggota Bhabinkamtibmas Polsek di Polres Garut," ujar Hendra, Jumat (18/7/2025). Hendra menjelaskan, saat kerumunan terjadi, Bripka Cecep sempat mengatur alur tamu yang berdesakan.

Ia juga bahkan membantu orang yang pingsan karena kepadatan di sekitar pintu pendopo.

Setelah situasi berhasil dikendalikan dan acara berlangsung lancar, Bripka Cecep sempat beristirahat.

Hendra menjelaskan, saat kerumunan terjadi, Bripka Cecep sempat mengatur alur tamu yang berdesakan.

Ia juga bahkan membantu orang yang pingsan karena kepadatan di sekitar pintu pendopo.

Setelah situasi berhasil dikendalikan dan acara berlangsung lancar, Bripka Cecep sempat beristirahat.

"Yang bersangkutan ini setelah membantu, mengatur, mengangkat orang yang berdesakan pingsan karena ingin masuk ke pendopo di acara resepsi itu," katanya.

Namun hal tak diinginkan terjadi dalam kondisi rehat, Bripka Cecep tiba-tiba pingsan.

Dia kemudian dinyatakan meninggal dunia di lokasi sebelum sempat mendapatkan perawatan medis lanjutan. "Dan kemudian setelah acara berjalan lancar, baik, tidak ada kerumunan, yang bersangkutan kemudian istirahat, duduk," katanya.

"Di saat yang bersangkutan itu meninggal, sebelumnya sempat pingsan," ujarnya.

Jenazah Cecep langsung dibawa dengan ambulans ke rumah sakit terdekat.tri

 

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru