TUNJUNGAN (Realita)- Remaja berinisial IMH (19) diduga membunuh neneknya Patmirah di Dukuh Kalisangku, Desa Gempolrejo, Tunjungan dengan senjata tajam.
Tak hanya itu IMH juga melukai hewan ternak warga. Remaja itu mengalami depresi berat dan sempat membahayakan warga dengan membawa dua senjata tajam yakni sabit dan parang.
Baca juga: Nenek 80 Tahun Dibunuh saat Santai Menonton TV di Rumah
Ahmad Muhyiddin (54) selaku guru ngaji IMF mengakui keadaan muridnya tidak wajar beberapa hari sebelumnya. Setelah pulang dari pekerjaan yang di Kalimantan, fokus belajar untuk daftar kuliah dan pernyataan ibunya yang tidak mengizinkan untuk kuliah.
“Penyebabnya dia mengalami depresi gangguan jiwa itu adalah sejak lulus SMK, setelah bekerja di Kapuas Provinsi Kalimantan. Cita-citanya dia kerja menabung untuk biaya kuliah,” ucapnya.
Remaja tersebut sudah menabung sekitar Rp 40 juta dengan berkeinginan mendaftar di pelayaran Semarang dan diterima. Namun, tidak melanjutkan untuk daftar ulang.
“Karena biaya nggak cukup, keinginan yang kuat, keadaan yang tidak memenuhi. Akhirnya ibunya menyarankan tidak kuliah di pelayaran, bahkan ibunya mengancam, kalau nggak nurut orang tua, ibunya mau pergi,” jelasnya.
Keadaan tersebut membuat remaja itu berpikir terus dan sepaneng. Akhirnya mengalami depresi, gangguan jiwa. Muhyiddin mengaku sudah empat hari tidur di rumahnya. Bicara sudah tidak normal dan sudah tidak masuk akal.
Baca juga: Nenek Usia 72 Tahun Ditusuk Garpu Kebun saat Tidur oleh Cucunya Sendiri
Muhyiddin mengatakan, Jum’at (25/7) IMH sempat mencari ibunya dikarenakan sembunyi di rumah tetangga. Karena ibunya tidak ditemukan, IMH meminjam parang serta sabut dari tetangga untuk bacok sapi tetangga.
“Sebenarnya itu dia sudah kena gangguan jiwa, dan mencari ibunya dengan alasan, satu tahun saya nggak ketemu ibunya. Terus, karena dia mau kuliah nggak boleh, cerita ke teman juga tidak ada, masuk bisikan gaib untuk cari ibu,” jelasnya.
“Mencari ibunya tidak ketemu dan ketemu sapi ya tidak sadar dibacok sama dia,” imbuhnya.
Ia menyarankan untuk keluarganya membawa ke rumah sakit jiwa. Akhirnya keluarga sepakat dengan perangkat desa, Babinsa dan Kepala Desa dibawa ke rumah sakit jiwa Rembang.tu
Baca juga: Nenek Risah Ditemukan Meninggal di Saluran Air
Editor : Redaksi