Tangkap Ikan, Pria di Desa Tugumulyo Tewas Kesetrum 

realita.co
Warga saat mengevakuasi jasad korban, Sabtu (2/8/2025).. (Foto:Edo)

OKI (Realita)- Identitas pria tewas di Desa Tugumulyo Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), pada Jumat 1 Agustus 2025, diketahui. Ia bernama Imam Iswahyudi (34).

Warga Desa Tugumulyo itu ditemukan tewas di sawah, diduga akibat kesetrum alat tangkap ikan.

Baca juga: Dua Lansia Bersaudara Tewas Tersengat Listrik Usai Injak Kabel Putus

Adapun kronologi kejadian, saat itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, Imam pamit kepada istrinya untuk pergi mencari ikan

Korban pergi sendirian dengan sepeda motornya ke area persawahan yang berada di belakang Masjid Fathul Huda, Kampung I, Desa Tugumulyo.

Sebelum berangkat, korban sempat berpesan kepada istrinya agar mengambil motor itu sekitar pukul 14.00 WIB.

Lalu istri korban datang ke lokasi sesuai permintaan, namun hanya menemukan sepeda motor korban terparkir di tepi sawah.

Imam sendiri tak terlihat. Penasaran dan khawatir, ia memutuskan membawa motor itu pulang.

Namun hingga sore menjelang malam, Imam tak juga kembali ke rumah.

Baca juga: Bocah Usia 5 Tahun, Tersengat Listrik Tiang Lampu Jalan

Sekitar pukul 16.30 WIB, istri korban meminta bantuan kakak korban, Paryadi (50), untuk melakukan pencarian.

Dibantu Kepala Dusun, mereka menyusuri sawah demi sawah, namun tak ada hasil.

Hingga akhirnya, sekitar pukul 19.30 WIB, pencarian yang diperluas oleh keluarga dan warga membuahkan hasil tragis.

Imam ditemukan dalam posisi tengkurap di saluran irigasi samping sawah. Di dekat tubuhnya, alat setrum ikan masih menyala.

Baca juga: Pemancing Tewas Kesetrum di Handilsuruk Tanahlaut

Kapolsek Lempuing, AKP Usman Gumanti membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan korban meninggal diduga akibat tersengat.

"Korban ditemukan telah meninggal dunia. Diduga kuat akibat tersengat alat setrum ikan miliknya sendiri," katanya kepada wartawan, Sabtu (2/8/2025).

Usman menerangkan korban sudah dievakuasi ke rumah duka.
Sementara keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan telah membuat surat pernyataan resmi tidak untuk diautopsi.ed

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru