NGEKEO (Realita)- Prada Lucky Chepril Saputra Namo, yang tewas diduga dianiaya para seniornya baru menjadi tentara selama dua bulan.
Menurut Rafael, Prada Lucky adalah anak kedua dari empat bersaudara. Dan dia telah menjadi salah satu tulang punggung keluarga yang ikut menafkahi ibu dan kedua adiknya yang masih kecil. Sedangkan kakak perempuannya telah menikah.
Baca juga: Pratu Farkhan Sauqi Marpaung Tewas, Diduga Dianiaya Senior
Dia menyampaikan, korban mulai mengikuti pendidikan di sekolah calon tamtama (Secatam) TNI AD di Singaraja, Bali sejak Bulan Februari 2025 dan pada Akhir Mei 2025 pulang setelah dilantik menjadi anggota TNI AD setelah tiga bulan menjalani pendidikan.
Namun baru dua bulan menjadi Prajurit TNI, nyawa Prajurit Lucky pun harus berakhir di tangan rekan-rekannya sendiri yang menganiaya hingga menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aeramo, Nagekeo pada Rabu (6/8) pukul 10.30 Wita.
"Informasi yang keluarga dapatkan itu korban mengalami penyiksaan oleh anggota (TNI), seniornya," ujar Rafael
Baca juga: Soal Motif 20 Tersangka Penganiayaan Prada Lucky, TNI AD: Atas Dasar Pembinaan
"Tanggal 3 itu mamanya (orangtua korban) berangkat ke Ende dan lanjut ke Nagekeo untuk menjenguknya di batalyon, karena beberapa hari sebelumnya mendapat mimpi didatangi Lucky," ujarnya.
Dia menjelaskan dari keterangan mama kandung korban kalau sekujur tubuh korban mengalami luka memar dan ada juga luka bekas sayatan di tubuh bagian belakang korban dan juga luka memar di rusuk sebelah kiri.
Sementara itu, Serma Kristian Namo ayah kandung korban, di Bandara El Tari Kupang saat tiba bersama jenazah anaknya menegaskan anaknya yakni Prada Lucky Cepril Saputra Namo tewas akibat menjadi korban kekejaman rekan-rekannya sendiri sesama anggota TNI yang bertugas di Batalyon TP 834/WM Nagekeo.
Baca juga: 20 Orang Jadi Tersangka, Prada Lucky Sempat Alami Ginjal Bocor Akibat Dianiaya
Tewasnya Prada Lucky membuat Serma Kristian sebagai orang tua menuntut agar para pelaku diganjar dengan hukuman mati dan juga dipecat dari dinas TNI AD.jon
.
Editor : Redaksi