JAKARTA - Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie memberi tanggapan terkait wacana pengunduran jadwal Pemilu yang sebelumnya direncanakan pada 21 Februari 2024.
“Menurut saya boleh saja waktu pelaksanaan Pemilu mau diundur, tapi tetap 2024. Hal yang perlu diperhatikan adalah persiapan yang matang dan mapan,” ujar Jerry, Selasa (21/9).
Baca juga: Pakar Politik Amerika: Tangkap Maduro, AS Bisa Raup Keuntungan 303 Miliar Barel Minyak
Dirinya juga mengingatkan agar tidak terjadi seperti waktu-waktu sebelumnya yang akhirnya memakan ratusan korban petugas KPPS dan pelaksana lainnya meninggal karena kelelahan.
“Selain itu, road mapping juga harus dibuat. Seperti Daftar Pemilih Sementara (DPS), Daftar Pemilih Tetap (DPT). Daftar ID pemilih yakni NIK KTP,” katanya.
Tidak hanya itu, diirnya juga menyarankan agar nama warga negara Indonesua yang telah meninggal dunia juga perlu dihapus.
“Sebab, urbanisasi dan transmigrasi pemilih juga perlu dipikirkan. Jangan hanya mentok urusan tanggal dan waktu,” tuturnya.
Baca juga: Dasco Temui 3 Ketum Parpol, Pengamat: Agar Koalisi Tetap Solid untuk Prabowo 2 Periode
Jerry juga menyoroti jaringan siber KPU agar segera diperkuat. Dirinya khawatir akan terjadi peretasan seperti yang dialami oleh Badan Intelejen Negara.
“Lalu jangan lupa Ballot atau kotak suara yang terbuat dari kardus harus diganti. Sebab, dikhawatirkan ada kendala terkena banjir," terangnya.
Terakhir, menurut Jerry, tinggal mencari waktu tepat apakah Febuari, April dan Mei.
Baca juga: Mau Indonesia Tetap Demokratis, Pertahankan Pilkada Langsung
“Bagi saya tak masalah yang masalah logistik sampai ke petugas dan pendistribusian kertas suara dan kotak suara. Baru validitas data seperti apa,” tandasnya.
Seperti diketahui, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyarankan Pemilu diundur hingga April atau Mei 2024 karena persiapan pemilu terlalu cepat dan akan berdampak pada stabilitas politik.jr
Editor : Redaksi