Bus Tabrak Motor dan Truk, 78 Orang Tewas

realita.co
Kondisi bus usai tabrakan. Foto: Ahmed

KABUL (Realita)- Tabrakan antara sebuah bus dan dua kendaraan lain menewaskan sedikitnya 78 orang di Afghanistan barat, kata pejabat setempat pada hari Rabu.

Bus tersebut membawa migran Afghanistan yang sebelumnya tinggal di Iran dan sedang dalam perjalanan pulang ke Kabul.

Baca juga: Bus Umroh Kecelakaan, 6 WNI Meninggal di Saudi

Jumlah korban tewas akibat tabrakan antara bus yang membawa migran Afghanistan yang kembali dari Iran dan dua kendaraan lainnya di Afghanistan barat telah meningkat menjadi 78, kata pejabat provinsi pada hari Rabu.

Tujuh puluh enam orang tewas dalam kecelakaan di distrik Guzara, provinsi Herat pada Selasa malam ketika bus penumpang menabrak sepeda motor dan truk pengangkut bahan bakar, yang menyebabkan kebakaran akibat ledakan, kata pejabat dan saksi mata.

Dua dari tiga korban selamat kemudian meninggal karena luka-luka mereka, kata para pejabat pada hari Rabu.

"Dua orang yang terluka akibat insiden tadi malam meninggal dunia karena luka parah, sehingga jumlah korban menjadi 78 orang," demikian pernyataan dari departemen informasi provinsi, mengutip perwakilan rumah sakit militer yang menerima korban.

Tujuh belas anak termasuk di antara mereka yang tewas, menurut juru bicara militer Mujeebullah Ansar, meskipun sumber kepolisian provinsi menyebutkan jumlahnya 19.

Banyak jenazah yang "tidak dapat diidentifikasi", kata Mohammad Janan Moqadas, kepala dokter di rumah sakit militer.

"Ada banyak api... Ada banyak teriakan, tetapi kami bahkan tidak bisa mencapai jarak 50 meter (160 kaki) untuk menyelamatkan siapa pun," kata saksi mata berusia 34 tahun, Akbar Tawakoli, kepada AFP.

"Hanya tiga orang yang selamat dari bus. Mereka juga terbakar dan pakaian mereka hangus."

Baca juga: Bus Angkut Penggemar Shakira Alami Kecelakaan, 5 Luka-Luka

Tim pembersihan bekerja untuk membersihkan bangkai bus yang terbakar dan puing-puing kendaraan lain yang terpelintir di pinggir jalan pada Rabu pagi, seorang wartawan AFP menyaksikan.

"Saya sangat sedih karena sebagian besar penumpang bus itu adalah anak-anak dan perempuan," ujar saksi mata lainnya, Abdullah, 25 tahun, yang seperti kebanyakan warga Afghanistan hanya menggunakan satu nama belakang, kepada AFP.

Bus tersebut membawa warga Afghanistan yang baru saja kembali dari Iran ke ibu kota Kabul , kata juru bicara pemerintah provinsi Herat, Mohammad Yousuf Saeedi, kepada AFP.

Pemerintah pusat Taliban menyerukan penyelidikan atas kecelakaan tersebut.

"Dengan duka yang mendalam, kami berduka atas hilangnya banyak nyawa warga Afghanistan dan cedera yang diderita dalam tabrakan bus tragis dan kebakaran berikutnya di provinsi Herat tadi malam," katanya dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Sedang Ganti Ban, Dua Sopir Truk Tewas Ditabrak Innova di Tol Tangerang-Merak

Setidaknya 1,5 juta orang telah kembali ke Afghanistan sejak awal tahun ini dari Iran dan Pakistan , yang keduanya berupaya memaksa para migran keluar setelah berpuluh-puluh tahun menampung mereka, menurut badan migrasi PBB.

Banyak dari mereka yang kembali menghabiskan waktu bertahun-tahun di luar negeri dan tiba tanpa tempat tujuan serta hanya membawa sedikit barang bawaan, menghadapi tantangan berat untuk menetap di negara yang dilanda kemiskinan endemik dan pengangguran tinggi .

Kantor Berita Bakhtar milik pemerintah mengatakan kecelakaan hari Selasa adalah salah satu yang paling mematikan di negara itu dalam beberapa tahun terakhir.ha

 

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru