Sejarah Ponorogo Dikaji Ulang, Pengangkaan Hari Jadi Bakal Berubah

realita.co
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko saat membuka kegiatan bedah sejarah Ponorogo. Foto: Zainul

PONOROGO (Realita)- Polemik seputar Hari Jadi Ponorogo kembali mengemuka. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo resmi menggelar Seminar Bedah Sejarah Ponorogo pada Kamis (28/08/2025 kemarin, dengan menghadirkan budayawan, sejarawan, hingga arkeolog untuk mengupas akar sejarah berdirinya kota reyog.

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menegaskan, kajian ulang ini penting agar penetapan hari jadi tidak sekadar berdasar perkiraan, melainkan memiliki pijakan akademis yang kokoh. Pun untuk menentukan pengangkaan pada usia Ponorogo yang saat ini menggunakan angka 529 berdasarkan fakta sejarah bukan argumentasi.

Baca juga: Creative Cities Connect 2025, Men-Ekraf Siap Kolaborasi Dengan Ponorogo Kuatkan Potensi Daerah

“Kami ingin Hari Jadi Ponorogo memiliki fondasi sejarah yang kuat. Kalau memang harus ada peninjauan ulang, biarlah pakar yang menentukan,” tegas Kang Giri, sapaan akrabnya.

Selama ini, Hari Jadi Ponorogo ditetapkan berdasarkan angka tahun 1496 Masehi yang terukir pada watu gilang di kompleks Makam Batoro Katong. Penetapan itu dibuat pada 1996 melalui keputusan bersama Pemkab dan DPRD saat itu. Namun, dasar historisnya kerap dianggap lemah dan tergesa-gesa.

Baca juga: Fadli Zon Kagum dengan Monumen Reog Ponorogo Lebih Tinggi dari GWK di Bali

Banyak kalangan menilai, angka 1496 M lebih bersifat simbolik ketimbang faktual. Sejumlah sejarawan bahkan meragukan apakah prasasti tersebut benar-benar dapat dijadikan patokan kelahiran Ponorogo.

Sugiri menekankan, jika kajian ilmiah terbaru menghasilkan temuan berbeda, Pemkab siap membawanya ke forum resmi bersama DPRD untuk menentukan langkah lanjutan.

Baca juga: Pasca Resmi Jadi UCCN, Bupati Ponorogo Minta OPD Reorientasi Mindset Jadi Kreatif dan Kolaboratif

“Generasi ke depan harus punya pegangan yang valid tentang sejarah leluhur. Penetapan hari jadi harus diperkuat dengan literatur, prasasti, hingga bukti arkeologis,” tegasnya.

Kajian ulang ini diharapkan bisa mengakhiri perdebatan panjang mengenai kapan sebenarnya Ponorogo lahir, sekaligus memberi legitimasi yang lebih kokoh bagi peringatan Hari Jadi Ponorogo setiap tahunnya. znl

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru