Progres dan Kualitas Rehabilitasi Gedung SMPN 2 Mejayan Senilai Rp 3,5 Miliar, Dipastikan dalam Pengawasan

realita.co
Lokasi Proyek rehabilitasi gedung SMP Negeri 2 Mejayan, Kabupaten Madiun

MADIUN (Realita) - Proyek rehabilitasi gedung SMP Negeri 2 Mejayan, Kabupaten Madiun, dengan anggaran Rp 3,5 miliar ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025. Pekerjaan fisik yang dimulai sejak 1 Agustus 2025 ini ditargetkan selesai dalam waktu 150 hari kalender.

Gedung baru yang dibangun terdiri dari dua lantai dengan fungsi utama sebagai ruang kelas dan laboratorium. Anggaran proyek berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2025.

Baca juga: Siswa SMPN 20 Kota Surabaya Pemenang Desain Logo CFCI Itu Seorang Penyandang Disabilitas

Konsultan pengawas dari CV Caraka, Dadang Kurniawan, memastikan progres maupun kualitas proyek berjalan sesuai rencana. Evaluasi rutin dilakukan setiap minggu untuk memastikan pekerjaan tetap "on schedule".

“Setiap minggu progres pekerjaan kami evaluasi supaya tetap sesuai target. Pada evaluasi terakhir, periode 25–31 Agustus, progres mencapai 6,11 persen, lebih tinggi dari rencana 2,05 persen. Sehingga deviasi plus 4,06 persen,” jelas Dadang, Jumat (5/9/2025).

Menurutnya, pekerjaan awal yang telah terlaksana meliputi pengecoran beton strous, pemasangan pondasi batu kali, pengecoran beton footplat, dan pengecoran kolom pedestal.

Ia berharap pada pekerjaan struktur bisa dicapai deviasi plus 5 persen sebagai “saving” waktu.

“Dengan begitu, saat masuk pekerjaan arsitektur yang membutuhkan waktu lebih lama, jadwal tetap bisa terkejar,” tambahnya.

Dadang juga menjelaskan, selain mengawasi progres, pihak pengawas juga memberi masukan kepada pelaksana proyek, seperti penambahan rambu pengaman lalu lintas, penambahan jam kerja (lembur), serta pemakaian alat pelindung diri (APD) yang wajib dipatuhi seluruh pekerja.

“Setiap ada yang kurang sesuai langsung kami tegur, dan pelaksana kooperatif melakukan perbaikan,” tegas Dadang.

Sementara itu, pelaksana lapangan dari CV Mitra Karya Abadi, Hari Prasetyo, menyebutkan bahwa sejauh ini pekerjaan berjalan relatif lancar. Pasokan material terpenuhi, dan koordinasi dengan pihak terkait juga berjalan baik.

“Belum ada kendala berarti. Pasokan material lancar, hanya saja di akhir tahun biasanya tantangannya pada faktor cuaca. Kami berupaya menyelesaikan tepat waktu,” ungkap Hari.

Lebih jauh, ia juga menegaskan, pihaknya tidak bekerja sendiri, melainkan selalu berkoordinasi dengan konsultan pengawas, dinas terkait, hingga masyarakat sekitar.

“Kami ingin pekerjaan berjalan sesuai harapan bersama. Karena itu koordinasi rutin selalu kami lakukan,” pungkasnya.yat

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru