CILEGON (Realita)- Proyek rehabilitasi di SDN 2 Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, kembali menjadi sorotan publik.
Aktivis sosial Cilegon, Cecep ZF, menilai pelaksanaan proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tersebut terkesan tidak maksimal dan patut dipertanyakan kualitasnya.
Baca juga: SMKN 1 Cilegon Wakili Banten ke Tingkat Nasional pada Ajang LKS Provinsi 2026
Dalam pantauan langsung media Realita.co pada Sabtu (11/10/2025), Cecep menyoroti bahwa dana publik seharusnya digunakan secara tepat guna dan berorientasi pada manfaat jangka panjang.
“APBD itu harus dipergunakan sebaik mungkin agar hasilnya berjangka panjang. Prinsip efisiensi bukan berarti asal murah, tetapi bagaimana anggaran digunakan agar benar-benar berdampak langsung kepada masyarakat,” ujar Cecep dengan nada tegas.
Namun, Cecep menyayangkan kondisi proyek yang terkesan kurang rapi padahal belum genap sebulan dikerjakan.
Baca juga: Pemkot Cilegon Raih Anugerah Prakarsa Inklusi dari KND pada HUT ke-27
“Belum ada satu bulan, tapi kondisinya sudah seperti ini. Bagaimana nanti kalau sudah berganti tahun?,” sindirnya.
Ia juga mempertanyakan apakah pengerjaan proyek tersebut telah sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK).
Baca juga: DPMPTSP Cilegon Pastikan Layanan Perizinan Tetap Optimal Selama Ramadhan
“Baru dilihat dari tampak luar saja sudah begini. Belum lagi bagian dalamnya. Jarak antar rangka berapa sentimeter? Genteng yang digunakan apakah galvanum atau onduline? Dan apakah keramiknya sudah memenuhi standar TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri)?,” tambah Cecep dengan nada kritis.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan ketidaksesuaian spesifikasi tersebut.fauzi
Editor : Redaksi