PONOROGO (Realita)- Sebanyak 150 mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) melakukan kunjungan studi legislatif ke DPRD Ponorogo pada Senin, (27/10/2025).
Kunjungan ini bertujuan untuk memahami secara langsung peran dan fungsi lembaga legislatif dalam kerangka pemerintahan daerah, khususnya dalam aspek ekonomi dan penyusunan kebijakan fiskal. Rombongan mahasiswa dari semester 1 hingga 5 ini sendiri diterima langsung oleh jajaran pimpinan DPRD.
Baca juga: Pembentukan 5 Desa Baru di Ponorogo Ditunda
Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, mengapresiasi inisiatif ini. Ia menilai komunikasi dengan akademisi adalah kunci dalam membangun daerah. Dalam pertemuan ini ia membahas bagaimana proses legislatif mempertimbangkan empat kepentingan. Meliputi, Pemerintah, DPRD, masyarakat, dan mahasiswa dalam memajukan daerah.
“ Pemerintahan ini tidak bisa berdiri sendiri. Kita sampaikan bahwa tujuan utamanya adalah memperjuangkan empat kepentingan ini demi kemajuan Ponorogo dan kepentingan rakyat, bukan kepentingan perorangan," ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan publik diwujudkan melalui Uji Publik saat penyusunan Perda dan penyerapan aspirasi masyarakat (reses) yang dituangkan dalam Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD. Secara spesifik, kedatangan mahasiswa FEBI dinilai sangat tepat waktu di tengah tantangan pengurangan Dana Transfer ke Daerah (TKD).
Baca juga: APBD 2026 Belum Dibahas, PNS-Dewan Ponorogo Terancam Tak Gajian
“ Kebetulan ini Fakultas Ekonomi Bisnis. Ponorogo ke depan ini dana transfernya dikurangi, sehingga kita harus memikirkan bagaimana fiskal ini kuat. Tentunya kita bagaimana mikir seperti berbisnis untuk peningkatan PAD tapi tidak membebani rakyat," jelasnya.
Masukan mahasiswa diharapkan dapat membantu pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). "Ini kan menambah pikiran-pikiran, masukan buat kita," jelasnya.
Baca juga: Pemkab-DPRD Ponorogo Kompak “Pending” Penyertaan Modal Rp 10 M Ke Perumda Sari Gunung
Sementara itu, Dosen Pendamping Fakultas Ekonomi dan Ilmu Bisnis (FEBI) UIN, Nanang Trihandoko, menjelaskan bahwa kunjungan ini adalah bagian penting dari implementasi kurikulum Merdeka Belajar.
“Kunjungan ini esensial bagi mahasiswa kami, khususnya mereka yang mempelajari ekonomi dan bisnis Islam. Di DPRD, mereka tidak hanya memahami teori legislatif, tetapi juga melihat langsung bagaimana kebijakan daerah, seperti penguatan PAD dan pengelolaan BUMD, diwujudkan. Ini adalah implementasi nyata dari konsep kuliah di luar agar mahasiswa mampu memberikan kontribusi pemikiran yang konstruktif,” pungkasnya. adv/znl
Editor : Redaksi