BOJONEGORO (Realita)- Jembatan penghubung antar kabupaten Bojonegoro-Lamongan di Desa Kendung, Kecamatan Kedungadem, hingga Minggu (23/11/2025) masih terputus setelah sayap jembatan tergerus derasnya arus Sungai Semar.
“Jembatan putus terjadi saat debit sungai meningkat drastis,” kata Kalaksa BPBD Bojonegoro Heru Wicaksi.
Ia menjelaskan, bahwa jembatan yang menghubungkan Desa Kendung, Kecamatan Kedungadem, dengan Desa Talunrejo, Kecamatan Bluluk, Lamongan, terputus sejak Rabu, hingga kini tidak dapat dilalui.
Baca juga: Bak Truk Terbuka Tabrak Jembatan Penyeberang Jalan
Sebagian badan jembatan sepanjang 20 meter dan lebar 3,5 meter ambruk. “Dari Pemdes Kendung sudah berkirim surat ke Bupati Bojonegoro terkait jembatan putus tersebut,” ujarnya. Heru menambahkan, petugas BPBD telah mendatangi lokasi untuk memastikan tingkat kerusakan dan keselamatan.
Baca juga: Diterjang Banjir Bandang, Jembatan di Ponorogo Putus
Untuk saat ini, jembatan tidak bisa dilewati kendaraan roda dua atau empat maupun pejalan kaki. “Karena sungai kedalaman hingga delapan meter,” terangnya.
Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro Nurul Azizah memastikan, bahwa proses penanganan darurat dan pembangunan jembatan akan segera dimulai. Ia mengimbau untuk segera direncanakan dikerjakan Desember ini, dan diharapkan selesai Februari ini. "Pokoknya lebaran sudah selesai,” terangnya saat meninjau lokasi, Sabtu (22/11/2025).
Baca juga: Jembatan Runtuh, Sebuah Truk Terperosok saat Melintas
Dengan rencana pengerjaan dimulai Desember, pemerintah menargetkan akses utama warga dua kabupaten tersebut kembali normal sebelum masa arus mudik Lebaran.rin
Editor : Redaksi