Kasus HIV/AIDS di Surabaya Tertinggi di Jawa Timur, Total 368 Temuan Baru

realita.co
Ilustrasi HIV/AIDS. Foto: Realita.co

SURABAYA (Realita) - Surabaya kembali mencatat angka tertinggi kasus HIV/AIDS di Jawa Timur. Berdasarkan data yang dihimpun dari laporan Dinas Kesehatan dan sejumlah publikasi resmi, tercatat 368 kasus baru dalam periode pemantauan terkini, menempatkan Kota Pahlawan sebagai wilayah dengan penambahan kasus tertinggi di provinsi ini.

Secara keseluruhan, Jawa Timur masih menjadi provinsi dengan jumlah penderita HIV/AIDS tertinggi di Indonesia. Data yang dilaporkan media lokal mencatat total 65.238 kasus HIV/AIDS di Jatim, dengan 2.599 kasus baru ditemukan hanya dalam kurun tiga bulan pertama tahun 2025. Angka ini sekaligus menjadikan Jawa Timur sebagai salah satu episentrum penyebaran HIV/AIDS secara nasional.

Baca juga: Data Kesehatan Kacau, BPJS PBI Tersendat dan Kasus HIV–TBC Meningkat, DPRD Kota Malang Desak Evaluasi Total

Pakar kesehatan menilai tingginya angka temuan kasus di Surabaya disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain meningkatnya akses pemeriksaan, tingginya mobilitas penduduk, hingga belum meratanya edukasi dan kesadaran mengenai pencegahan HIV.

Baca juga: Kasus HIV Kota Malang Tertinggi Kedua di Jatim, DPRD Bakal Godog Perda Penanggulangan

Upaya penanggulangan kini terus dilakukan melalui peningkatan layanan tes HIV, distribusi obat ARV, pendampingan bagi ODHA, serta kampanye publik untuk mengurangi stigma. Pemerintah provinsi juga mendorong deteksi dini sebagai langkah kunci untuk menekan penyebaran kasus baru.

Meski demikian, sejumlah pihak menilai capaian ini masih belum cukup. Minimnya pelaporan dari masyarakat, tingginya stigma sosial, serta kasus yang tidak terdiagnosis menyebabkan data sebenarnya berpotensi jauh lebih tinggi dari angka resmi yang tercatat.

Baca juga: Kasus HIV/AIDS di Tulungagung Tembus 4.350 Orang

Hingga saat ini, Surabaya masih menjadi daerah dengan tingkat penyebaran HIV/AIDS tertinggi di Jawa Timur, sehingga berbagai pihak mendesak langkah penanganan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.mag

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru