KEBUMEN (Realita)- Seorang ibu dan anak balitanya ditemukan tewas gantung diri di kediaman mereka di Desa Banyumudal, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
Peristiwa tragis yang terjadi pada Selasa, 6 Januari 2026 malam itu nyaris merenggut nyawa anak ketiga korban yang berusia 7 tahun.
Baca juga: Suami Selingkuh, Istri Ajak Anak Gantung Diri
Polisi menduga kuat depresi akibat masalah ekonomi dan rumah tangga menjadi pemicunya.
Berdasarkan keterangan Kapolsek Buayan, Iptu Walali Saebani, jasad AA (44) dan putranya, ATW (5), ditemukan tergantung di kusen pintu rumah.
Laporan kepada pihak berwajib, setelah disampaikan oleh anak sulung korban yang berhasil selamat.
Anak berusia 8 tahun itu menjadi saksi kunci sekaligus pelapor yang menyelamatkan diri dari rencana tragis sang ibu.
"Anaknya itu dua, yang kelas 2 SD itu selamat, lolos. Karena terbukti ada lingkaran tali yang sudah siap," jelas Saebani.
Baca juga: Karyawan Toko Bangunan Ditemukan Meninggal di Rumah Sewaan
Setelah kejadian, dengan keberaniannya, bocah tersebut menemui pamannya dan melaporkan, "Adek diiket sama mamak,".
Penyelidikan sementara mengarah pada tekanan mental berat yang dialami korban. AA diduga mengalami depresi setelah ditinggal suaminya sekitar dua tahun lalu.
"Sementara (penyebabnya) murni bunuh diri karena ekonomi. Korban ditinggal suaminya, kami cek di HP-nya, (pesan kepada suami) tidak pernah dibalas," ungkap Kapolsek Saebani.
Baca juga: Sopir Ditemukan Tewas Tergantung di Gazebo
Kondisi kesulitan finansial yang membelit kehidupan sehari-hari memperparah beban yang ditanggungnya. Tragedi bunuh diri di Kebumen ini menyisakan duka mendalam dan menyoroti dampak berat dari persoalan ekonomi serta keretakan rumah tangga pada kesehatan mental.
Peran anak sulung yang berhasil mencari pertolongan mencegah korban bertambah, sekaligus menjadi gambaran pilu dari insiden tersebut. Pihak kepolisian masih mendalami kasus ini sembari mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya dukungan psikologis bagi individu yang mengalami tekanan hidup berat.aa
Editor : Redaksi