BEKASI (Realita) – Legenda Timnas Indonesia Dede Sulaiman meninggal dunia setelah kolaps di tengah laga fun football di Bekasi International Soccer Field, Minggu (25/1/2026).
Mantan striker andalan Garuda itu mengembuskan napas terakhir di rumah sakit setelah sempat mendapatkan penanganan medis usai insiden mendadak di lapangan.
Baca juga: Roy Strom Singkirkan Pebiliar Filipina, Biliar Jatim Kuasai Galaxy Open 2025
Peristiwa memilukan tersebut terjadi saat Dede memperkuat tim Legenda Timnas Indonesia dalam agenda fun football. Dede tampil satu tim bersama nama-nama besar seperti Ismed Sofyan dan Firman Utina.
Momen berubah drastis ketika Dede sukses mencetak gol. Tanpa sempat melakukan selebrasi, dia tiba-tiba terjatuh di lapangan, membuat suasana mendadak hening.
Tim medis yang siaga langsung berlari ke tengah lapangan untuk memberikan pertolongan pertama. Para pemain dan penonton terlihat terpaku menyaksikan kondisi sang legenda.
Panitia kemudian membawa Dede ke Rumah Sakit Siloam Bekasi untuk penanganan lanjutan, dengan harapan kondisinya segera stabil.
Baca juga: Alhamdulillah! Edoardo Bove Sudah Sadar
Saat insiden terjadi, skor pertandingan masih imbang 1-1. Demi alasan keselamatan dan kemanusiaan, panitia memutuskan laga tidak dilanjutkan.
Namun takdir berkata lain. Dede dinyatakan meninggal dunia di usia 69 tahun akibat henti jantung setelah mendapat perawatan medis.
"Ya (meninggal dunia)," kata Effendi Gazali salah satu peserta fun football yang ikut mengantar Dede ke rumah sakit.
Baca juga: Pemkot Surabaya-Askot PSSI Gelar Soeratin Cup Piala Wali Kota U-13 dan U-15
"Saya tadi yang memeluknya terakhir setelah mencetak gol sampai ke lapangan tengah. 30 detik kemudian dia jatuh," ujarnya.
Dede Sulaeman dikenal sebagai striker andalan Timnas Indonesia pada era 1970-an hingga 1980-an. Dia menjadi bagian penting Skuad Garuda yang hampir menembus Piala Dunia 1986.
Namanya abadi dalam sejarah sepak bola nasional lewat gol ke gawang Korea Selatan pada ajang Pra-Piala Dunia 1986, momen yang terus dikenang lintas generasi.new
Editor : Redaksi