SURABAYA (Realita) – Upaya pemberdayaan masyarakat di Jawa Timur memasuki babak baru. Bukan lagi berjalan sendiri-sendiri, sejumlah lembaga kini memilih bergandengan tangan demi memperluas manfaat bagi umat.
Kolaborasi itu terjalin antara Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur, Kementerian Agama Republik Indonesia Kantor Wilayah Jawa Timur, serta Forum Zakat (FOZ) Jawa Timur. Ketiganya sepakat memperkuat sinergi program sosial berbasis zakat dan kepedulian umat, dengan langkah awal menyalurkan 2.026 paket sembako untuk anak yatim di seluruh Jawa Timur.
Baca juga: Bangkitkan Harapan di 2026, MUI Jawa Timur Turun Langsung Bantu Anak Kurang Beruntung
Program kolaboratif ini akan dipusatkan di Kantor MUI Jawa Timur dan melibatkan seluruh Lembaga Amil Zakat (LAZ) serta MUI daerah se-Jatim. Angka 2.026 dipilih sebagai simbol gerakan bersama yang ingin menghadirkan dampak nyata dan berkelanjutan.
Sinergi Zakat untuk Dampak Lebih Luas
Kolaborasi tersebut diawali dengan audiensi antara MUI Jatim dan FOZ Jatim bersama jajaran Kanwil Kemenag Jawa Timur. Rombongan diterima langsung oleh Kabid Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Jatim, Muhammad Arwani, serta Ketua Tim Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Abdul Wachid Rosjidin.
Abdul Wachid menyampaikan apresiasi atas inisiatif lintas lembaga ini. Menurutnya, semangat berlomba-lomba dalam kebaikan harus diiringi dengan kerja sama agar hasilnya lebih maksimal.
“Selama ini masing-masing pihak memiliki program yang baik. Namun jika disinergikan, dampaknya akan jauh lebih besar dan terukur,” ujarnya.
Ia menegaskan, ajaran Islam tidak hanya mendorong fastabiqul khairat atau berlomba dalam kebaikan, tetapi juga menekankan ta’awun atau saling tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan. Prinsip inilah yang menjadi fondasi kolaborasi tersebut.
Baca juga: MUI Lamongan Luncurkan Layanan Digital Konsultasi Keagamaan Umat
Wakil Ketua 1 PDU MUI Jatim, Prof. Moh. Mukhrojin, menilai langkah ini bukan hanya tentang pembagian sembako. Lebih dari itu, ini merupakan bagian dari strategi besar penguatan ekonomi dan kesejahteraan umat berbasis zakat.
“Pengelolaan zakat dan program sosial tidak bisa dilakukan secara parsial. Harus ada kesatuan visi dan gerak agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian kita,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Sekretaris PDU MUI Jatim, Moch. Rizzqi Aladib. Ia menilai keterlibatan LAZ dan MUI daerah akan memastikan distribusi bantuan berjalan merata dan tepat sasaran.
Menurutnya, program 2.026 paket sembako ini diharapkan menjadi model sinergi berkelanjutan antara ulama, pemerintah, dan lembaga zakat di Jawa Timur.
Baca juga: Atasi Polemik Sound Horeg Pemprov Jatim Siapkan Langkah Pendekatan Terbaik
Di balik angka ribuan paket sembako, ada harapan besar yang ingin ditanamkan. Bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban kebutuhan pokok anak-anak yatim, sekaligus memperkuat rasa kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Kolaborasi MUI Jatim, Kemenag Jatim, dan FOZ Jatim menjadi contoh bahwa pemberdayaan umat akan lebih efektif ketika dilakukan bersama. Dengan sinergi yang terbangun, pengelolaan zakat, infak, dan sedekah tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga strategis dan berkelanjutan.
Ke depan, model kolaborasi ini diharapkan terus berkembang, sehingga pemberdayaan masyarakat Jawa Timur semakin terarah dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan umat
Editor : Arif Ardliyanto