JEMBER (Realita) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember bergerak cepat menangani kejadian tanah longsor di Dusun Pakel, Desa Sucongepok, Kecamatan Jelbuk, Rabu (25/2/2026).
Respons sigap dilakukan setelah menerima laporan masyarakat melalui program Wadul Gus’e.
Longsor tersebut berdampak pada pondasi jalan lingkungan yang menghubungkan Dusun Pakel dengan Dusun Arjasa. Sebagian pondasi jalan dilaporkan amblas akibat tergerus material tanah.
Meski demikian, akses jalan masih dapat dilalui secara terbatas dan tidak diperkenankan untuk kendaraan roda empat.
Kepala BPBD Jember, Edi Budi Susilo, menegaskan bahwa pihaknya langsung melakukan koordinasi dan asesmen lapangan begitu laporan diterima.
“Begitu menerima laporan Wadul Gus’e pada Rabu siang, tim kami langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen dan langkah penanganan darurat agar dampak longsor tidak meluas,” ujar Edi, Rabu (25/02/2026).
Berdasarkan kronologi, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Jember pada Minggu (22/2/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Dua jam berselang, sekitar pukul 18.00 WIB, lereng tanah di lokasi kejadian mengalami longsor.
Material longsoran sepanjang kurang lebih 6 meter dengan ketinggian sekitar 6 meter sempat menumpuk di depan halaman warga. Namun, material tersebut telah dibersihkan secara gotong royong bersama warga dan perangkat desa.
BPBD mencatat terdapat lima kepala keluarga (KK) yang berada pada posisi rawan terdampak apabila terjadi longsor susulan.
“Kami sudah memetakan ada lima KK yang posisinya cukup dekat dengan titik longsor. Kami mengimbau agar mereka meningkatkan kewaspadaan, terutama jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi,” kata Edi.
Sebagai langkah darurat, BPBD Jember melakukan penutupan lereng yang longsor menggunakan terpal. Upaya ini bertujuan menghambat infiltrasi air hujan ke dalam tanah sekaligus mengurangi erosi permukaan yang dapat memicu longsor susulan.
Selain itu, BPBD juga berkoordinasi dengan pemerintah desa, Babinsa, serta unsur TNI dan masyarakat setempat dalam penanganan awal.
“Penanganan darurat langsung kami lakukan dengan menutup area lereng menggunakan terpal agar air tidak mudah meresap dan memperparah kondisi tanah. Koordinasi lintas unsur juga kami lakukan untuk memastikan situasi tetap terkendali,” tegasnya.
Rekomendasi Mitigasi dan Penanganan Lanjutan
Untuk jangka pendek, BPBD mengimbau masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem serta tidak mendirikan bangunan di atas maupun di bawah lereng yang rawan longsor.
Upaya konservasi vegetasi dengan tanaman berakar kuat seperti vetiver juga direkomendasikan guna memperkuat struktur tanah.
Sementara untuk penanganan jangka panjang, BPBD merekomendasikan pembangunan dinding penahan tanah serta penambahan sistem drainase permukaan agar air tidak berlebihan meresap ke dalam tanah.
Rekomendasi tersebut akan diteruskan kepada Dinas PUPR Kabupaten Jember untuk tindak lanjut teknis.
“Untuk solusi permanen memang diperlukan pembangunan dinding penahan tanah dan sistem drainase yang baik. Kami sudah merekomendasikan hal itu dan akan berkoordinasi lebih lanjut dengan instansi teknis terkait,” pungkas Edi.rdy
Editor : Redaksi