MADIUN (Realita) - Peristiwa tanah retak yang disertai longsor terjadi di RT 17 RW 03, Desa Sumberbendo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jumat (27/2/2026) dini hari. Kejadian tersebut mengakibatkan dua rumah warga mengalami kerusakan akibat kondisi tanah yang labil.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun, pergerakan tanah pertama kali diketahui warga setelah terdengar suara retakan dan longsoran dari arah sekitar permukiman. Tak lama berselang, tanah di lokasi tersebut ambles dan memicu longsor.
Baca juga: Tambang Batu Rakyat Longsor, Pekerja Tewas Tertimbun
Akibat kejadian itu, rumah milik Sarmo mengalami kerusakan pada bagian tembok samping setelah tertimpa material longsoran dengan panjang sekitar 80 meter. Sementara itu, rumah milik Sugeng juga terdampak karena bagian samping bangunannya tergerus tanah sepanjang kurang lebih 12 meter.
Tim dari BPBD Kabupaten Madiun segera turun ke lokasi untuk melakukan assessment cepat sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan unsur terkait guna mencegah dampak yang lebih luas.
Baca juga: Cuaca Buruk Hambat Pencarian Korban Longsor di Pasirlangu Bandung Barat
Hingga laporan terakhir pada Jumat (27/2/2026) pukul 10.29 WIB, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Penanganan awal melibatkan berbagai unsur, di antaranya perangkat desa setempat, personel BPBD Kabupaten Madiun, Bhabinkamtibmas, serta Babinsa.
Petugas juga mengimbau warga sekitar untuk tetap waspada mengingat kondisi tanah di area tersebut masih berpotensi mengalami pergerakan susulan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Madiun, Boby Saktia Putra Lubis, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.
Baca juga: Longsor, Akses Jalan Terputus di Kabupaten Malang
“Benar, telah terjadi tanah retak disertai longsor di Desa Sumberbendo, Kecamatan Saradan. Tim kami sudah melakukan assessment cepat di lokasi dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta unsur terkait. Untuk sementara tidak ada korban jiwa, namun kami tetap mengimbau warga sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi tanah masih labil,” terangnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa BPBD Kabupaten Madiun terus memantau perkembangan di lapangan dan menyiagakan personel guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan, terutama apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah tersebut. Yw
Editor : Redaksi