WAHAI jiwa yang lalai dan merugi... kapan engkau akan bangun dari tidur lelapmu?
Telah datang bulan yang engkau tunggu sepanjang tahun, bulan rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Kemarin kita baru saja menyambutnya dan saling mengucapkan selamat atas kedatangannya, dan hari ini... inilah hari ke- 19 berlalu, kereta Ramadhan hampir mencapai pertengahan perjalanannya! Hari-harinya berlari kencang, dan malam-malamnya berlalu sekejap mata.
Baca juga: Kejari Batu Beri Solusi Masyarakat Peroleh Sembako Murah Ramadhan 1447 Hijriah
Di mana janji-janji yang telah engkau buat untuk dirimu sendiri? Di mana kerinduan yang memenuhi hatimu sebelum kedatangannya? Aku melihat semangat dan tekadmu telah memudar saat Ramadhan tiba, seolah-olah engkau menunggu perlombaan dimulai, lalu hanya duduk di garis start menyaksikan para pelari!
Baca juga: Musik Religi dan Podcast Pagi, Banyak Diminati selama Bulan Ramadan
Pasar-pasar dunia masih mencuri waktumu, layar ponsel melahap jam-jammu, dan lisanmu entah diam dari berdzikir atau sibuk dengan gosip. Sementara orang-orang shalih, suara mereka telah serak karena membaca Al-Qur'an, kaki mereka bengkak karena lama berdiri shalat, dan jenggot mereka basah oleh air mata kekhusyukan... sedangkan engkau masih di tempatmu.
Ingatlah! Ini adalah hari-hari yang terhitung, sebuah pasar agung yang mulai bergegas untuk bubar. Pemenangnya adalah mereka yang memanfaatkannya, dan demi Allah, yang rugi adalah mereka yang menyia-nyiakannya. Jika engkau tidak bangun sekarang, lalu kapan? Jika Ramadhan bukan menjadi titik perubahanmu, kesempatan apa lagi yang engkau tunggu?
Baca juga: Mengapa Anda Tidak Boleh Menceritakan Masalah Anda kepada Semua Orang?
Bangunlah dari tidur panjangmu, kibaskan debu kemalasan dari dirimu. Masih ada lebih dari separuh bulan tersisa, dan pintu taubat terbuka lebar. Jangan jadikan dirimu orang yang paling celaka di hari Idul Fitri, hari di mana orang-orang yang taat bergembira dengan hasil usaha mereka, sementara engkau menyesali waktu yang telah engkau sia-siakan.afiyah
Editor : Redaksi