Kebangkitan Asia Tenggara Menuju Ketenaran Global

realita.co
Ilustrasi Asia Tenggara. Foto: Meta AI

ASIA TENGGARA, khususnya Indonesia, muncul sebagai pemain global vital di tengah ketegangan perdagangan AS-Tiongkok.

Dengan posisi strategis dan potensi untuk bergerak melampaui ekspor komoditas mentah, Indonesia dapat meningkatkan pengaruh globalnya. Namun, kerentanan saat ini menyoroti perlunya tindakan kolektif ASEAN untuk mencapai stabilitas dan signifikansi di panggung dunia.

Baca juga: 15 Mahasiswa Teknologi Pendidikan FIP UNESA Diberangkatkan Magang ke Perusahaan Level Asia Tenggara

Dunia dulu memandang Asia Tenggara sekadar sebagai tempat hiburan eksotis atau pabrik murah, menganggapnya sebagai pinggiran.


Saat ini, dengan ketegangan antara Amerika dan Tiongkok serta gejolak di Timur Tengah, semua mata tertuju pada Asia Tenggara.

Gita Wirjawan, dalam bukunya "What It Takes," mengajukan tesis berani bahwa Asia Tenggara bergerak menuju menjadi inti konsistensi global, bukan lagi sekadar pelengkap melainkan penentu.

Segmen ini mempertanyakan apa yang diperlukan untuk memastikan momentum ini tidak hilang karena ego sektoral dan ketidaksiapan.

Posisi Strategis Indonesia dalam Perang Dagang Global

Situasi global dibandingkan dengan mobil yang bergerak cepat dengan AS dan Tiongkok berebut kemudi, menyebabkan ketidakstabilan.

Asia Tenggara, yang duduk di kursi tengah, memegang sabuk pengaman dan kompas, melambangkan perannya yang krusial dalam mencegah kehancuran global.

Posisi strategis ini menjadikan Asia Tenggara sebagai zona penyangga dan jembatan, menekankan netralitasnya sebagai aset utamanya.

Asia Tenggara tidak perlu memilih pihak tetapi harus memastikan bahwa kekuatan global mana pun menghormati jalannya dan nilainya.

Peluang Indonesia dalam Geopolitik Global

Indonesia perlu meningkatkan posisinya di kancah global, karena secara historis hanya mengekspor komoditas mentah seperti lahan dan air.

Dengan rantai pasok global yang terganggu oleh perang dan sanksi, Asia Tenggara kini memiliki peluang emas.

Aspirasinya adalah agar Indonesia menjadi pusat ekosistem baterai global, melampaui sekadar ekspor nikel.

Gita Wirjawan menekankan pentingnya investasi pada sumber daya manusia, karena tanpa pendidikan yang relevan dengan kebutuhan global, Indonesia akan tetap menjadi penonton di negerinya sendiri di tengah dominasi teknologi hijau dan digital yang terus meningkat.

Pentingnya Aksi Kolektif di ASEAN

Peristiwa terkini seperti fluktuasi rupiah dan kenaikan harga minyak akibat konflik internasional menjadi pengingat kerentanan Indonesia.

Indonesia masih sangat terdampak oleh peristiwa global karena kurangnya pengaruh inti yang memadai untuk menstabilkan harga atau mendikte narasi global.

Agar Asia menjadi pemain inti, diperlukan kolektivitas, dan ASEAN harus melampaui peran seremonialnya untuk berbicara dengan suara yang bersatu di platform global.

Jika ASEAN tetap terfragmentasi oleh kepentingan nasional masing-masing, ia berisiko terpinggirkan dari panggung dunia.

Pergeseran Ekonomi Indonesia

Terjadi pergeseran kesadaran seiring pergeseran pusat gravitasi ekonomi ke Timur.

Pertanyaannya bukan kapan Asia Tenggara akan maju, melainkan apakah ia siap memimpin ketika kesempatan itu muncul.

Indonesia memiliki lokasi dan sumber daya, namun perlu menentukan apakah ia memiliki keberanian, kegagahan, dan kecerdasan untuk mengambil peran.git

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru