JAKARTA (Realita)-252 siswa diduga mengalami gejala keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pulogebang, Jakarta Timur, pada Kamis (7/5/2026).
"Sementara sumber keluhan berasal dari salah satu menu makanan, yakni pangsit isi tahu, yang dilaporkan memiliki rasa masam," ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, drg. Ani Ruspitawati kepada wartawan, Sabtu (9/5/2026).
Ani juga mengungkapkan sejumlah siswa mengalami keracunan dengan gejala beragam dan sebagian besar tidak berat.
Sementara Dinas Kesehatan dan Pendidikan DKI Jakarta mencatat, dari total laporan yang diterima, sebanyak 188 siswa telah mengakses fasilitas kesehatan.
Sementara itu, 26 siswa hingga kini masih masih dirawat dan tersebar di tujuh rumah sakit rujukan, yaitu RS Citra Harapan Bekasi sebanyak 12 pasien, RS Ananda 3 pasien, RSI Pondok Kopi 2 pasien, RS Resti Mulya 2 pasien, RS Firdaus 4 pasien, RSI Sukapura 2 pasien, dan RS Pekerja 1 pasien.
"Sementara hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebabnya diperkirakan akan keluar hasilnya, paling cepat Selasa pekan depan," ungkapnya.
Kemudian, selain itu Dinkes DKI Jakarta juga menangani para siswa yang terdampak dan melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap SPPG Pulogebang melalui Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur.
"Kami akan melakukan pembinaan dan pengawasan, seperti inspeksi kesehatan lingkungan, pelatihan bagi penjamah makanan, serta proses penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi," terangnya.
Ani juga menjelaskan SPPG Pulogebang beroperasi sejak 31 Maret 2026 dan sesuai Peraturan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), pengelola diberikan waktu maksimal tiga bulan untuk memiliki SLHS.
"Inspeksi kesehatan lingkungan telah dilakukan dan pihak SPPG tengah melakukan perbaikan serta mengikuti pelatihan bagi para penjamah makanan," katanya.
Dirinya juga memastikan, inspeksi kesehatan lingkungan sudah dilakukan dan saat ini SPPG sedang dalam proses perbaikan serta pelatihan bagi para penjamah makanan," pungkasnya.(Ang)
Editor : Redaksi